Pencarian

SBY Sebut Target Pertumbuhan Ekonomi 6% di RAPBN 2027 Ambisius tapi Masih Rasional

Minggu, 16 Agustus 2026 • 23:59:13 WIB
SBY Sebut Target Pertumbuhan Ekonomi 6% di RAPBN 2027 Ambisius tapi Masih Rasional
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pernyataan terkait target pertumbuhan ekonomi 6% dalam RAPBN 2027 di Jawa Barat.

JAWA BARAT — Target pertumbuhan ekonomi 6% yang tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 kembali memantik respons dari kalangan elite politik. Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai angka tersebut masuk kategori ambisius, namun tetap memiliki peluang untuk dicapai jika pemerintah mampu mengelola risiko dengan cermat.

Alasan SBY Menilai Target 6% Masih Masuk Akal

Menurut SBY, dalam kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian, menetapkan target di atas rata-rata pertumbuhan historis memang berisiko. Meski demikian, ia meyakini fundamental ekonomi domestik masih menyimpan daya tahan yang cukup kuat untuk mendukung percepatan ekspansi.

"Ambisius, tapi bukan berarti tidak bisa," demikian penegasan SBY mengenai besaran target yang diusulkan dalam kerangka APBN tahun depan.

Ia menambahkan, keberhasilan mencapai level tersebut sangat bergantung pada konsistensi kebijakan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, serta mendorong investasi produktif di sektor riil.

Dukungan terhadap Langkah Pemerintah di Tengah Tekanan Fiskal

Di luar penilaiannya terhadap angka makro, SBY secara eksplisit menyatakan dukungannya terhadap kebijakan yang tengah dijalankan pemerintah saat ini untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi. Sikap ini dinilai penting mengingat ruang fiskal negara sedang menghadapi tekanan akibat belanja wajib yang meningkat.

Ia menekankan bahwa pemerintah memerlukan stabilitas politik dan dukungan luas agar kebijakan ekonomi berjalan efektif. Dukungan tersebut, lanjutnya, menjadi prasyarat utama agar target pertumbuhan yang dicanangkan tidak hanya menjadi wacana di atas kertas.

Pertumbuhan Ekonomi dan Relevansinya bagi Pelaku Usaha

Bagi pelaku bisnis, sinyal dari tokoh senior negara ini memberikan sedikit kelegaan di tengah ekspektasi pasar yang sempat meredup. Target 6% mengindikasikan bahwa pemerintah masih optimistis terhadap ekspansi konsumsi rumah tangga dan belanja investasi hingga dua tahun ke depan.

Optimisme serupa sebelumnya juga sempat disuarakan oleh sejumlah ekonom, meski mereka mengingatkan bahwa realisasi pertumbuhan di kisaran 5% saja sudah membutuhkan kerja keras. Perbedaan persepsi ini wajar, namun arah kebijakan fiskal yang ekspansif tetap menjadi katalis utama bagi pergerakan sektor-sektor siklikal seperti properti, konstruksi, dan perbankan.

Investor akan mencermati bagaimana pemerintah menjembatani target ambisius ini dengan realitas penerimaan pajak serta belanja subsidi energi yang fluktuatif. Kepastian arah kebijakan menjadi kunci agar pasar tidak salah dalam melakukan pricing terhadap aset berisiko.

Yang Perlu Dicermati Pasar dari Wacana RAPBN 2027

Pernyataan SBY bukan sekadar komentar politik, melainkan juga pengingat bahwa target fiskal akan menjadi penentu sentimen pasar keuangan sepanjang tahun depan. Pelaku pasar akan mengawal ketat asumsi makro yang menjadi dasar penyusunan anggaran, terutama dari sisi harga komoditas dan nilai tukar.

Jika pemerintah mampu menjaga defisit anggaran tetap terkendali sambil mendorong pertumbuhan, ruang bagi penurunan suku bunga acuan bisa saja terbuka lebih cepat. Sebaliknya, jika belanja membengkak tanpa diimbangi penerimaan, risiko crowding out di pasar obligasi akan kembali menghantui.

Konsistensi antara pernyataan politik dan eksekusi kebijakan teknis akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kredibilitas pengelolaan fiskal ke depan.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks