Pencarian

Kemenhut Catat Hotspot Karhutla Nasional Turun jadi 365 Titik, Sumsel Tertinggi

Rabu, 30 September 2026 • 15:12:32 WIB
Kemenhut Catat Hotspot Karhutla Nasional Turun jadi 365 Titik, Sumsel Tertinggi
Kementerian Kehutanan mencatat titik panas karhutla nasional turun menjadi 365 titik per Senin (28/9).

Kementerian Kehutanan melaporkan jumlah titik panas karhutla nasional turun menjadi 365 titik hingga Senin (28/9), dari sebelumnya 559 titik pada Minggu (27/9). Penurunan terjadi merata, tetapi Sumatera Selatan masih mencatat hotspot high confidence tertinggi dengan 96 titik, disusul Kalimantan Tengah 37 titik dan Jambi 25 titik.

JAKARTA — Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, menyatakan penurunan angka hotspot secara nasional menjadi perkembangan positif. Meski begitu, ia mengingatkan dinamika di setiap wilayah berbeda dan penanganan tetap berjalan di enam provinsi prioritas pengendalian karhutla.

Dari 365 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi itu, sebaran terbanyak masih terkonsentrasi di wilayah sumatera dan kalimantan. Kalimantan Selatan mencatat 4 titik, sementara Kalimantan Barat dan Riau dilaporkan nihil titik panas pada periode yang sama.

Sumatera Selatan Masih Jadi Wilayah Paling Rawan

Data Kemenhut hingga pukul 21.00 WIB Senin (28/9) menempatkan Sumatera Selatan sebagai provinsi dengan hotspot high confidence tertinggi, yakni 96 titik. Angka itu jauh di atas Kalimantan Tengah yang berada di posisi kedua dengan 37 titik.

"Penurunan secara nasional menjadi perkembangan positif, namun dinamika di setiap wilayah berbeda," kata Ristianto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Kalimantan Tengah sendiri mencatat penurunan cukup signifikan dibanding periode sebelumnya. Sementara Jambi masih menyumbang 25 titik, dan Kalimantan Selatan tersisa 4 titik.

Huntara Penyintas Gempa NTT Dibangun Bertahap

Badan Nasional Penanggulangan Bencana memastikan pendirian rumah hunian sementara bagi warga penyintas gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur dilakukan bertahap. Pembangunan berbasis hasil verifikasi penerima manfaat yang ditetapkan pemerintah daerah.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan pembangunan huntara dilakukan agar penyintas di tujuh kabupaten bisa segera meninggalkan lokasi pengungsian. Langkah itu menjadi jembatan sebelum pemulihan permanen dijalankan.

"Dalam proses pembangunan huntara, BNPB akan menyelesaikan secara bertahap berdasarkan jumlah penerima manfaat yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah," ujar Berton.

Istri Korban Kapal Virgo Lega Suami Teridentifikasi

Yuliani Intan Sari, istri korban meninggal Kapal Virgo Transport 8, mengaku lega setelah suaminya Sugianto (41) teridentifikasi tim DVI Polda Kalimantan Selatan. Sugianto termasuk satu dari 16 korban meninggal yang teridentifikasi pada Senin malam (28/9).

"Alhamdulillah lega, kami sudah ikhlas atas takdir Allah SWT," kata Yuliani saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Selasa.

Identitas korban diketahui dari ciri sekunder medis dan properti setelah tim DVI mencocokkan dengan data ante mortem yang diserahkan keluarga.

Hari ke-17, Tiga Jasad Korban KM Virgo Dievakuasi

Tim penyelam gabungan kembali menemukan dan mengevakuasi tiga jasad korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 dari dalam bangkai kapal di perairan Laut Jawa pada hari ke-17 operasi SAR, Selasa. Dua jasad dievakuasi ke kapal KRI, satu lainnya ke KN SAR Pacitan untuk penanganan sesuai prosedur.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana menyebut penyelam gabungan melibatkan Basarnas Special Group, TNI AL, dan potensi SAR lainnya. Operasi pencarian masih berlanjut untuk menyisir bagian bangkai kapal yang belum terjangkau.

"Tim penyelam gabungan dari Basarnas Special Group (BSG), TNI AL, dan potensi SAR lainnya," ujarnya.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks