BANDUNG — Kontingen Kota Bandung mengirim sejumlah siswa dari berbagai SMP negeri dan swasta untuk berlaga di delapan cabang lomba. Selain lima gelar juara utama, sejumlah peserta membawa pulang predikat harapan dan juara kedua serta ketiga.
Lima Gelar Juara Utama untuk Kota Bandung
Gelar juara pertama diraih Hendar Wulan dari SMPN 20 Bandung di cabang poster digital. Muhammad Nadzrey El Hukama dari SMP QLP Rabbani Bandung menyabet juara 1 MHQ putra, disusul Sabil Nurahlisti dari SMP Tunas Unggul sebagai juara 1 ceramah putri.
Ernesta Belva Alodia dari SMP Negeri 2 Bandung mengunci juara 1 kaligrafi putri. Kontingen Kota Bandung juga menambah satu gelar juara 1 dari cabang defile.
Saskia hingga Rakha, Deretan Juara Harapan dan Runner-up
Sejumlah siswa Kota Bandung lain turut menyumbang prestasi. Saskia Anatasya Aulia Putri dari SMP Negeri 41 Bandung meraih juara harapan 1 MHQ puteri, sementara Citranti Fitri Herliana dari SMP Negeri 3 Bandung menempati juara harapan 1 MTQ puteri.
Arya Lazwar Yudhistira dari SMPN 2 Bandung meraih juara 2 ceramah putera. Anindya Putri Vania dari SMPN 14 Bandung menyabet juara 3 olimpiade, dan Rakha Muhammad Faeyza dari SMPN 34 Bandung meraih juara harapan 2 kaligrafi putra.
Iskandar Zulkarnain: Pentas PAI Bukan Sekadar Cari Juara
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menyampaikan bahwa Pentas PAI memiliki tujuan lebih luas dari sekadar meraih gelar juara. Kegiatan ini disebutnya sebagai ruang pembinaan karakter dan pengembangan bakat peserta didik.
"Pentas PAI bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan waktu untuk menumbuhkan kecintaan terhadap agama, mengembangkan bakat dan kreativitas sekaligus membentuk karakter dan membina generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan mampu berprestasi," ujar Zulkarnain saat membuka kegiatan Pentas PAI SMP Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia, Jumat, 25 September 2026.
Dampak ke Sekolah dan Pembinaan Siswa
Raihan juara umum ini menjadi modal bagi sekolah-sekolah di Kota Bandung untuk memperkuat program pembinaan keagamaan dan ekstrakurikuler siswa. Cabang-cabang yang dilombakan mencakup bidang akademik, seni, dan keagamaan yang selama ini menjadi bagian dari kurikulum Pendidikan Agama Islam di jenjang SMP.
Kemenangan di tingkat provinsi membuka peluang bagi para juara untuk mewakili Jawa Barat pada ajang serupa di tingkat nasional, meski jadwal dan mekanisme seleksinya belum disebutkan dalam keterangan yang tersedia.