Pencarian

Menteri PU Tinjau Sawah Kering Demak, Bendungan Jragung Siap 2027

Senin, 28 September 2026 • 09:50:31 WIB
Menteri PU Tinjau Sawah Kering Demak, Bendungan Jragung Siap 2027
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau sawah terdampak kekeringan di Desa Blerong, Kabupaten Demak.

JAWA BARAT — Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau lahan pertanian terdampak kekeringan di Desa Blerong, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Ahad (27/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan ketersediaan air bagi petani bisa segera berjalan, sekaligus melihat persoalan banjir rob yang turut menghambat lahan pertanian di kawasan Pantura tersebut.

Kementerian Pekerjaan Umum mencatat 124 hektare sawah di Kabupaten Demak masuk status risiko gagal panen akibat kekeringan. Data Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana per 21 September 2026 menunjukkan kondisi itu tersebar di sejumlah desa, termasuk hamparan seluas 8 hektare di Desa Blerong yang menjadi lokasi peninjauan menteri.

Daerah Irigasi Guntur sendiri memiliki luas sekitar 2.036 hektare. Sumber airnya mengandalkan Sungai KB1, Sungai Jragung Lama, dan Sungai Cabean. Pada musim kemarau, kawasan ini menghadapi dua persoalan sekaligus: kekurangan air dan masuknya air laut ke area persawahan.

Mengapa Sawah di Demak Mengering

Kepala BBWS Pemali Juana Sudarto menjelaskan, kekeringan terjadi karena tidak ada suplai air dari Bendung Jragung melalui Sungai Jragung. Aliran yang biasanya mengairi sawah warga kini macet, sementara curah hujan di musim kemarau tidak cukup menutup kebutuhan air tanaman.

Untuk penanganan jangka pendek, Kementerian PU akan memompa air dari sumber yang tersedia di sekitar Desa Blerong. Jika kebutuhan masih kurang, pemerintah menyiapkan sumur bor guna memenuhi air bagi lahan pertanian yang terdampak.

"Tim kami hari ini langsung ke lapangan untuk melakukan penanganan dengan membawa alat bor, juga pompa apabila di sana membutuhkan. Pemompaan nanti kami maksimalkan sesuai kebutuhan lahan pertanian," ujar Sudarto.

Menteri Dody Hanggodo meminta jajarannya bergerak cepat melihat kebutuhan nyata di lapangan. Menurut dia, persoalan air harus segera diatasi agar petani tetap bisa menanam.

"Saya sudah minta jajaran untuk segera melakukan penanganan. Kita lihat ada sawah yang terdampak kekeringan, sekaligus ada persoalan rob. Yang penting sekarang bagaimana air bisa segera kita hadirkan untuk membantu petani dan memastikan lahan pertanian tetap bisa ditanami," kata Dody dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Bantuan yang Sudah Mengalir ke Petani

Sejumlah langkah penanganan sudah dijalankan sebelum peninjauan menteri. Pemerintah menambah pasokan air dari Rawa Pening, melakukan pompanisasi, dan menyalurkan bantuan bahan bakar minyak untuk operasional pompa milik petani.

Upaya itu menyasar desa-desa yang sawahnya paling parah terdampak. Selain Blerong, sejumlah titik lain di Kecamatan Guntur dan wilayah sekitar juga menghadapi kondisi serupa dengan tingkat keparahan berbeda.

BBWS Pemali Juana juga menyiapkan solusi untuk masalah rob. Melalui optimalisasi Bendung Karet Wonokerto, pengaturan dan suplai air diharapkan tetap terjaga sehingga air laut tidak masuk ke persawahan.

"Untuk penanganan robnya sendiri, kami mengambil air dari Bendung Karet Wonokerto, kami melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Sekarang sebenarnya sudah kami fungsikan, sehingga sebagian besar lahan pertanian sudah bisa kita aliri air," kata Sudarto.

Bendungan Jragung Jadi Kunci Irigasi 2027

Solusi jangka panjang bertumpu pada Bendungan Jragung yang kini memasuki tahap impounding atau pengisian awal. Bendungan berkapasitas tampung sekitar 90 juta meter kubik itu diproyeksikan mendukung layanan irigasi hingga 4.500 hektare.

Progres konstruksinya sudah mencapai 97 persen. Sudarto menyebut bendungan akan rampung Desember 2026 dan mulai beroperasi pada awal 2027, bergantung pada curah hujan yang mengisi tampungannya.

"Bendungan Jragung sekarang progresnya sudah 97 persen. Akhir tahun ini, Desember 2026, selesai. Dan akan beroperasi pada 2027 awal. Nanti tergantung curah hujan. Kalau maksimal terisi, paling tidak tahun depan sudah menjadi irigasi premium sehingga irigasi-irigasi di bawahnya bisa kita maksimalkan," ucapnya.

Bagi petani Demak, kehadiran Bendungan Jragung menjadi penentu apakah pola tanam bisa kembali normal. Selama bertahun-tahun, sawah di Daerah Irigasi Guntur bergantung pada aliran sungai yang debitnya kian tidak pasti saat kemarau.

Kementerian PU menyatakan komitmennya memenuhi kebutuhan air lahan pertanian demi menjaga keberlanjutan pertanian dan mendukung swasembada pangan di Jawa Tengah. Namun hasil akhirnya tetap bergantung pada kecepatan intervensi jangka pendek di lapangan, sembari menunggu Bendungan Jragung beroperasi penuh tahun depan.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks