KOTA BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat progres signifikan dalam pemerataan layanan dasar di tengah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Gubernur Dedi Mulyadi menyebut hampir seluruh ruas jalan provinsi, tepatnya 97 persen, sudah bebas dari lubang dan kini fokus beralih pada pembangunan jalan berperadaban yang dilengkapi drainase besar serta penerangan jalan umum (PJU).
“Rasa kemerdekaan harus dirasakan masyarakat Jawa Barat di HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 ini. Kita memang tidak boleh mengakui sebuah kontribusi yang diberikan, namun kita bisa melihat sendiri dan merasakan bahwa layanan dasar pada tingkat provinsi, kabupaten dan kota, hari ini sudah semakin terlihat,” tegas Dedi dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).
Target Listrik Desa Tuntas Tahun Depan
Di sektor energi, Dedi mengklaim akses listrik kini sudah menjangkau pelosok desa. Dari total 500 ribuan rumah yang sebelumnya belum teraliri listrik, kini tersisa sekitar 80 ribu unit lagi.
“Merdeka itu kalau di jalan raya tidak bertemu dengan jalan yang berlubang. Hari ini kan jalan-jalan provinsi hampir 97 persen sudah tidak ditemukan jalan berlubang. Tinggal menuju jalan yang berperadaban. Jalan berperadaban itu kan berdrainase besar, ber-PJU, kemudian memiliki jaringan telekomunikasi yang memadai,” tambahnya.
Jaminan Pendidikan dan Keamanan Warga
Dedi menegaskan kemerdekaan bagi warga Jabar juga berarti anak-anak bisa mengenyam pendidikan minimal hingga lulus SMA/SMK dengan mudah dan murah. Ia juga menyoroti menurunnya tingkat kejahatan jalanan yang membuat warga tidak lagi merasa takut beraktivitas di malam hari.
Seluruh aparat kepolisian dan TNI disebutnya siaga setiap waktu. Dedi juga menjamin tidak ada lagi warga yang KTP-nya ditahan karena tidak mampu membayar biaya perawatan rumah sakit.
“Seluruh rangkaian-rangkaian itu harus senantiasa dijaga dan ditingkatkan kualitasnya karena negara merdeka dan berdaulat artinya rakyatnya memiliki kemerdekaan dan berkedaulatan,” tandasnya.
Swasembada Pangan dan Energi Nasional
Dalam pidato kenegaraan yang diikuti para pimpinan dan anggota DPRD Jabar, Presiden Prabowo Subianto memaparkan capaian nasional yang menjadi modal pembangunan daerah. Indonesia berhasil mewujudkan swasembada delapan komoditas pangan dalam satu tahun, lebih cepat dari target awal empat hingga lima tahun.
Delapan komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Di sektor energi, Indonesia mulai mewujudkan swasembada solar melalui produksi diesel campuran biodiesel B50.
Sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri dan berhasil menghemat devisa sebesar Rp170 triliun atau sekitar USD9,5 miliar. “Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat,” tegas Presiden.