CIANJUR — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meyakini program ketahanan pangan yang tengah digalakkan di 14 kabupaten/kota memiliki dampak langsung terhadap stabilitas keamanan. Menurutnya, ketika kebutuhan pokok rumah tangga seperti beras, cabai, garam, gula, dan bawang putih tercukupi, potensi gangguan kamtibmas ikut menurun.
"Stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat sangat berpengaruh dari keberadaan dapurnya mencukupi mulai dari beras, cabai, garam, gula, dan bawang putih semua ada," ujarnya di Cianjur, Rabu.
Polri Disebut Mempelopori Keamanan Rumah Tangga
Dedi Mulyadi menuturkan, Polri telah mempelopori upaya menjaga dapur setiap keluarga di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. Ketika stok pangan keluarga aman, ibu rumah tangga dapat menjalani hidup dengan tenang karena kebutuhan sehari-hari terpenuhi.
Kondisi tersebut turut memengaruhi produktivitas kepala keluarga. "Sedangkan suaminya dapat bekerja dengan nyaman ketika kebutuhan rumah tangga sudah terpenuhi sehingga tindak kriminal akan menurun karena kebutuhan hidup rumah tangga di setiap wilayah sudah terpenuhi," kata pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu.
Ia menambahkan, target swasembada pangan nasional bisa tercapai jika para petani yang dilibatkan fokus merawat tanaman dan meningkatkan produksi. Polri, lanjut dia, telah mempelopori keamanan rumah tangga warga, terutama petani yang terlibat dalam program.
"Karena dapurnya tetap ngebul, istrinya tenang, dan suaminya senang merawat tanaman bawang putih sampai panen," ujar KDM.
Kapolda Jabar Bentuk Tim Pemantau Swasembada Bawang Putih
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto menyatakan dukungannya terhadap program tersebut dengan menyalurkan bantuan sosial bagi petani yang terlibat dalam program tanam bawang putih di 14 wilayah. Bantuan ini diberikan agar para petani dapat fokus meningkatkan produksi.
"Kami bentuk tim untuk memantau dan memastikan program berjalan tanpa kendala, sehingga saat ada kendala petani dapat langsung melapor dan tim segera mencarikan solusi agar program tanam bawang putih sukses dengan hasil sesuai target," kata Pipit Rismanto.
Melalui pembentukan tim ini, diharapkan setiap kendala di lapangan dapat segera diatasi, mulai dari masalah teknis pertanian hingga distribusi hasil panen. Program tanam bawang putih ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas keamanan di Jawa Barat.