Pencarian

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Targetkan 80 Ribu Rumah di Pelosok Desa Teraliri Listrik Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 08:51:02 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Targetkan 80 Ribu Rumah di Pelosok Desa Teraliri Listrik Tahun Depan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menargetkan 80 ribu rumah di pelosok desa teraliri listrik tahun depan.

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa esensi kemerdekaan harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui perbaikan layanan dasar, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur. Instruksi ini disampaikan menyusul pidato Presiden Prabowo Subianto yang memaparkan capaian swasembada pangan dan energi nasional.

Menurut KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, keberhasilan di tingkat nasional harus berbanding lurus dengan perbaikan kualitas hidup di tingkat provinsi. "Kita memang tidak boleh menepuk dada atas kontribusi yang diberikan, namun masyarakat bisa melihat dan merasakan sendiri bahwa layanan dasar tingkat provinsi, kabupaten, dan kota hari ini makin membaik," ujarnya usai kegiatan peringatan HUT RI.

Target Listrik Tuntas dan Jalan Mulus 97 Persen

Salah satu pekerjaan rumah yang paling krusial adalah elektrifikasi. KDM mengungkapkan, jumlah rumah di pelosok desa yang belum tersentuh listrik berhasil ditekan drastis dari sekitar 500 ribu menjadi hanya 80 ribu rumah.

Angka tersebut ditargetkan rampung tuntas pada tahun depan. "Merdeka itu kalau di jalan raya tidak bertemu lagi dengan jalan berlubang," tegas KDM.

Saat ini, hampir 97 persen jalan provinsi di Jawa Barat sudah mulus. Langkah selanjutnya, kata dia, adalah meningkatkan kualitasnya menjadi jalan berperadaban, yakni memiliki drainase besar, penerangan jalan umum (PJU) yang memadai, dan jaringan telekomunikasi yang kuat.

Keamanan Warga dan Akses Kesehatan Jadi Prioritas

KDM juga menyoroti aspek keamanan dan akses kesehatan sebagai indikator kemerdekaan. Ia memastikan tingkat kejahatan di Jawa Barat relatif menurun berkat kesiapsiagaan jajaran TNI dan Polri, sehingga warga tidak perlu merasa takut saat keluar malam.

"Merdeka itu juga berarti hilang rasa takut saat keluar malam atau siang hari," paparnya.

Di sektor kesehatan, mantan Bupati Purwakarta ini menegaskan tidak boleh ada lagi warga miskin yang tertahan di rumah sakit atau KTP-nya ditahan hanya karena tidak mampu membayar biaya perawatan. Kemudahan akses pendidikan minimal lulusan SMA/SMK juga menjadi perhatian utama.

"Seluruh rangkaian itu harus senantiasa dijaga dan ditingkatkan. Karena negara yang merdeka dan berdaulat adalah negara yang rakyatnya memiliki kemerdekaan dan kedaulatan seutuhnya," pungkas KDM.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya memaparkan sejumlah capaian nasional, termasuk swasembada delapan komoditas pangan utama hanya dalam satu tahun serta lepasnya Indonesia dari ketergantungan impor solar sejak 1 Juli 2026 berkat produksi biodiesel B50. Keberhasilan itu disebut mampu menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kapol.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks