JAWA BARAT — Operasi pemburuan terhadap kelompok bersenjata di Papua kembali menemui titik terang. Tim Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil melumpuhkan GW, seorang buronan yang selama ini menjadi target utama penegakan hukum di wilayah Tembagapura. Penindakan dilakukan di tengah kawasan hutan setelah tim kepolisian melacak pergerakannya.
GW bukan nama asing bagi aparat. Ia masuk daftar pencarian orang (DPO) untuk sejumlah perkara pidana berat di Kabupaten Mimika. Yang paling menonjol, ia diduga menjadi otak di balik penembakan terhadap kendaraan LWB di area Mile 69, Distrik Tembagapura. Dalam insiden itu, seorang korban berinisial RTS tertembak di paha kiri.
Jejak Teror di Area Tambang Freeport
Catatan kriminal GW bertambah panjang setelah ia dikaitkan dengan penyerangan brutal di Office Building 1 PT Freeport Indonesia, Kuala Kencana. Peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu itu menewaskan Graeme Thomas Wall (57), seorang WNA asal Selandia Baru. Dua karyawan lainnya menderita luka-luka akibat serangan tersebut.
Aksi di Kuala Kencana ini menjadi salah satu serangan paling mematikan yang menyasar aset vital nasional di Papua. Freeport Indonesia, sebagai perusahaan tambang terbesar di dunia, selama ini menjadi simbol operasi ekonomi yang kerap menjadi sasaran gangguan keamanan dari kelompok separatis.
Kronologi Kontak Tembak dan Pelarian
Saat tim gabungan melakukan pengepungan, GW sempat menerima tembakan dari aparat dan mengalami luka. Namun, celah di tengah kontak tembak dimanfaatkan oleh koleganya untuk menarik GW masuk lebih dalam ke kawasan hutan lebat. Sampai berita ini diturunkan, aparat masih melakukan pengejaran intensif.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa operasi Damai Cartenz masih menghadapi perlawanan sengit. Meski beberapa tokoh kunci KKB sudah diamankan, jaringan di lapangan masih bergerak aktif, terutama di wilayah pegunungan yang sulit dijangkau.
Dampak bagi Keamanan Operasional Freeport
Serangan berulang di sekitar area operasi Freeport Indonesia jelas mengganggu stabilitas operasional perusahaan. Sebelumnya, Satgas Damai Cartenz juga mengevakuasi 10 pekerja jalan yang ditembak KKB di Tolikara, di mana lima orang tewas. Pola serangan yang menyasar pekerja infrastruktur menunjukkan target mereka meluas dari aparat keamanan ke warga sipil dan karyawan perusahaan.
Pihak kepolisian menegaskan operasi pengejaran terhadap GW akan terus dilakukan. Keberhasilan melumpuhkan DPO utama menjadi sinyal bahwa aparat tidak akan memberi ruang gerak bagi kelompok bersenjata untuk terus meneror wilayah Papua.