JAWA BARAT — Nolberto Solano kembali berada di Jakarta untuk memimpin Pakistan di FIFA ASEAN Cup 2026. Mantan pemain Newcastle United itu membawa skuad racikan dari pemain amatir lokal dan diaspora untuk menghadapi Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (2/10/2026).
Solano kini berstatus pelatih Timnas Pakistan, jabatan yang diembannya sejak pertengahan 2025. Tim asuhannya tampil sebagai peserta undangan di turnamen yang digelar di Jakarta ini.
Sebagai pemain, pria Peru itu tercatat sebagai orang pertama dari negaranya yang menembus Premier League. Karier kepelatihannya dimulai pada 2012, menukangi sejumlah klub di Peru hingga klub-klub lower league di Swedia dan Kanada.
Sepak Bola Pakistan di Titik Terendah
Federasi Sepak Bola Pakistan (PFF) berkali-kali kena banned FIFA pada 2017, 2021, dan 2025. Kompetisi profesional di negara itu tidak digelar sejak 2021, sementara fasilitas yang layak masih minim.
Ketiadaan kompetisi membuat Solano tidak punya banyak pilihan untuk memanggil pemain. Ia mengombinasikan pemain amatir dari dalam negeri dengan diaspora yang tersebar di Eropa dan Asia.
Skuad Pakistan yang dibawa ke FIFA ASEAN Cup terdiri dari 15 pemain abroad, tujuh pemain lokal amatir, dan satu pemain free agent. Lima pemain dipanggil dari Denmark, Swedia, dan Finlandia. Sisanya berkarier di liga-liga semenjana Asia Selatan seperti Bangladesh, Bhutan, dan Maladewa, plus Azerbaijan dan kompetisi level bawah Australia.
"Saya memahami situasi sulit yang dihadapi sepakbola Pakistan ketika saya mendapat tawaran ini. Saat ini kami tidak ada liga profesional seperti yang dimiliki Malaysia, Filipina, Vietnam. Negara-negara itu punya liga profesional," kata Solano saat ditemui di Stadion Madya, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
"Situasi ini jelas menyulitkan bagi talenta-talenta muda yang ingin bermain di Pakistan. Ini situasi yang membuat frustrasi, tapi saya sudah mengetahui sebelum menerima pinangan Pakistan," ujarnya menambahkan.
"Untungnya masih ada beberapa pemain diaspora, yang bukan cuma dari Skandinavia, ada juga yang dari Inggris. Jadi kami memanggil mereka. Karena jika kamu pemain amatir, akan sulit bermain di sepakbola level ini," katanya menjelaskan.
Kalah 0-4 dari Thailand, Tahan Filipina 2-2
Sebelum tampil di FIFA ASEAN Cup, Pakistan lebih banyak menggelar uji coba melawan Afghanistan, Bangladesh, dan Maladewa. Di Kualifikasi Piala Asia 2027, mereka babak belur saat jumpa Suriah, Myanmar, dan Afghanistan.
Pada laga pertama Grup B, Pakistan kalah telak 0-4 dari Thailand. Mereka kemudian menahan Filipina 2-2 setelah sempat tertinggal 0-2.
"Turnamen ini penyelenggaraannya sangat fantastis buat kami, mereka memperlakukan kami dengan baik sejak hari pertama. Mereka sangat memperhatikan tim-tim peserta, akomodasinya juga baik. Saya sangat terkesan," tutur Solano.
"Kami merasa sangat beruntung bisa ambil bagian di turnamen ini. Kami akan mendapat pengalaman berharga yang akan menjadi modal di masa depan," ucapnya.
Peluang ke Babak Perebutan Posisi Ketiga
Pakistan saat ini menempati posisi buncit Grup B dengan satu poin. Secara matematis, mereka masih bisa mengakhiri fase grup sebagai runner-up untuk melaju ke babak perebutan posisi ke-3.
Jalan menuju target itu terjal. Lawan terakhir Pakistan adalah Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
"Menghadapi Vietnam akan menjadi laga berat lainnya, apalagi Vietnam dan tim-tim lain masih punya kesempatan meraih posisi ke-3. Kami sudah menghadapi Thailand, Filipina, dan selanjutnya Vietnam. Mereka semua punya gaya permainan yang mirip," kata Solano.
"Kami belum mau pulang ke Pakistan. Kami berharap masih bisa terus lanjut sampai akhir turnamen. Jadi mari kita lihat apa yang akan terjadi," ujarnya.