Pencarian

Pawai Kemerdekaan Sumedang Tampilkan Teatrikal Sejarah hingga Lampion Raksasa Tahu Sawo, 35 Kontingen Meriahkan Malam HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 • 10:33:31 WIB
Pawai Kemerdekaan Sumedang Tampilkan Teatrikal Sejarah hingga Lampion Raksasa Tahu Sawo, 35 Kontingen Meriahkan Malam HUT ke-81 RI
Lampion raksasa berbentuk Tahu Sawo dan Ubi Cilembu ikut meramaikan pawai malam HUT ke-81 RI di Sumedang, Sabtu (15/8/2026).

SUMEDANG — Ribuan pasang mata disuguhkan atraksi visual yang memadukan sejarah dan kuliner lokal saat pawai lampion memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Sumedang, Sabtu (15/8/2026) malam. Sebanyak 35 kontingen dari Kecamatan Sumedang Utara dan Sumedang Selatan berjalan kaki dan berkendara hias memadati rute kirab yang membentang dari Alun-alun Sumedang hingga perempatan Pajaji.

Berbeda dari perayaan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini para peserta menampilkan seni teatrikal kolosal yang mengisahkan perjalanan Kerajaan Sumedang Larang. Iring-iringan marching band dan parade kendaraan hias turut meramaikan malam itu, menjadikan ruas jalan utama kabupaten sebagai panggung terbuka bagi kreativitas warga.

Lampion Ubi Cilembu dan Tahu Sawo Jadi Daya Tarik

Kreativitas peserta terlihat dari lampion-lampion unik yang diusung. Beberapa di antaranya mengangkat ikon kuliner khas Sumedang, seperti Ubi Cilembu dan Tahu Sawo, sebagai bentuk identitas daerah yang dikemas dalam instalasi cahaya.

Perpaduan antara elemen sejarah dan kearifan lokal ini menjadikan pawai tahun ini tidak sekadar parade, melainkan medium untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan produk unggulan Sumedang kepada masyarakat luas.

Bupati: Kemerdekaan adalah Ruang untuk Bekerja dan Beribadah

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, yang hadir di sela-sela kegiatan menegaskan bahwa perhelatan ini bukan sekadar ajang hiburan. Menurutnya, peringatan HUT RI harus menjadi momen refleksi bersama untuk mensyukuri nikmat kebebasan yang telah dirasakan selama 81 tahun.

“Lewat nikmat kemerdekaan ini, kita semua dikaruniai ruang yang aman dan damai untuk bekerja, menuntut ilmu, serta menjalankan ibadah dengan tenang,” ujar Dony di sela-sela kegiatan.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumedang itu mengingatkan bahwa wujud rasa syukur tidak cukup berhenti pada pesta perayaan. Masyarakat, lanjut dia, memegang tanggung jawab moral untuk mengisi kemerdekaan melalui kontribusi positif yang dimulai dari tatanan kehidupan sehari-hari.

Ajak Warga Jaga Harmoni dan Patuh Regulasi

Dony memaparkan bahwa kontribusi terhadap negara tidak harus selalu berupa hal besar. Langkah sederhana seperti menjaga hubungan baik dengan tetangga dan menaati aturan dinilai sebagai fondasi penting dalam membangun masyarakat yang sehat pasca-kemerdekaan.

“Setidaknya mulailah dengan menjadi warga negara yang baik. Menjaga keharmonisan dengan tetangga, menghormati sesama, serta patuh terhadap ajaran agama maupun regulasi yang ditetapkan pemerintah,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendoakan jajaran pemerintah daerah. Hal itu disampaikannya agar Pemkab Sumedang terus konsisten meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memberikan perhatian maksimal terhadap kebutuhan warga.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: harapanrakyat.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks