BOGOR — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Tajurhalang, Kabupaten Bogor, tidak hanya diisi dengan upacara bendera. Ribuan warga justru memilih menghabiskan akhir pekan di Lapangan CFD Bomang untuk menikmati sajian budaya dan kuliner dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan yang digelar Minggu pagi itu berhasil menarik lebih dari 200 pengunjung. Mereka datang bukan hanya untuk berolahraga, tetapi juga menyaksikan langsung keberagaman budaya yang dikemas dalam satu panggung terbuka.
Kuliner Jadi Jembatan Pengenalan Budaya ke Generasi Muda
Salah satu sektor yang paling menyedot perhatian adalah festival kuliner. Beragam makanan khas dari sejumlah provinsi di Tanah Air tersaji di tenda-tenda yang didirikan di sepanjang area CFD.
Ketua Umum Yayasan Pelita Talenta Berdaya, Carren Chaterina, menegaskan bahwa kuliner merupakan bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya bangsa. Menurutnya, pengenalan rasa dan tradisi memasak menjadi cara efektif untuk mendekatkan generasi muda pada akar budayanya.
"Budaya itu bukan hanya alat musik, kesenian, tarian, atau benda-benda peninggalan sejarah. Tetapi juga apa yang kita makan setiap hari," kata Carren dalam keterangannya, Minggu (17/8).
Doa Lintas Agama Kawal Jalannya Acara
Sebelum rangkaian acara dimulai, panitia menggelar doa lintas agama. Momen ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan toleransi adalah fondasi utama dalam mengisi kemerdekaan.
Melalui doa bersama, warga yang hadir diajak untuk mendoakan kedamaian serta kemajuan bangsa. Suasana khidmat pun menyelimuti lapangan sebelum berubah menjadi riuh oleh aktivitas warga yang berolahraga dan mencicipi kuliner.
Salah seorang pengunjung mengapresiasi konsep acara yang menggabungkan kesehatan dan edukasi budaya ini. "Ini bukti kalau merdeka itu bukan cuma upacara, tetapi juga merawat kebersamaan dan budaya kita," ujarnya.
CFD Bomang Bertransformasi Jadi Ruang Sosial Masyarakat
CFD Tajurhalang sendiri telah menjadi agenda rutin setiap pekan. Apa yang dulunya hanya berfokus pada aktivitas olahraga, kini telah bertransformasi menjadi ruang publik untuk kegiatan sosial dan budaya.
Para panitia menyebut penyelenggaraan festival ini merupakan upaya mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif. Selain menyehatkan tubuh, masyarakat juga diajak untuk belajar dan mencintai kekayaan budaya bangsanya di tengah gempuran perkembangan zaman.
"Selain sehat, masyarakat juga bisa menikmati hari libur dengan gembira sambil belajar budaya. Ini yang kita mau," ungkap salah seorang panitia penyelenggara.