CIREBON — KPID Jawa Barat tidak hanya berfokus pada pengawasan lembaga penyiaran, tetapi juga aktif mengedukasi publik agar lebih kritis dalam menyaring informasi. Salah satu wujudnya adalah melalui program Nyaman Atikan yang digelar di RCTV, sebuah televisi lokal di Cirebon.
Program yang mengusung tema "pengawasan semesta" ini bertujuan membangun semangat gotong royong publik dalam menjaga kedaulatan informasi. Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat hadir langsung untuk memberikan materi edukasi kepada peserta.
Waspadai Informasi Hoaks di Media Sosial
Dalam kegiatan tersebut, KPID menekankan bahwa masyarakat harus memiliki kepedulian terhadap informasi yang dikonsumsi setiap hari. Hal ini menjadi krusial karena media sosial kerap menjadi sumber penyebaran berita bohong atau hoaks.
"Masyarakat diharapkan bisa memilah informasi yang benar dan hoaks, terutama yang beredar di internet melalui media sosial," demikian penekanan yang disampaikan dalam forum tersebut.
Peran Aktif Jurnalis dan Masyarakat
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon turut hadir dalam acara yang melibatkan para insan jurnalis di wilayah Cirebon. KPID berharap melalui program Nyaman Atikan, para jurnalis dapat menyebarkan informasi positif mengenai literasi digital.
Selain itu, masyarakat diajak untuk ikut aktif melakukan pengawasan terhadap persoalan penyiaran dan media digital. Langkah ini dinilai penting karena media televisi dan radio menggunakan frekuensi negara yang penggunaannya harus diawasi secara ketat.
Tantangan Era Digital bagi Penyiaran
Perkembangan era digital dan derasnya informasi menjadi tantangan tersendiri bagi lembaga penyiaran. KPID memiliki peran strategis untuk melakukan pengawasan agar siaran yang dikonsumsi publik tetap sesuai dengan aturan yang berlaku.
Literasi penyiaran menjadi bagian penting untuk mengedukasi masyarakat agar lebih bijak bermedia sosial. KPID juga mendorong publik untuk menggunakan rujukan informasi dari media yang memiliki landasan hukum yang jelas.