Pencarian

Pemerintah Bangun 119.379 Sambungan Jargas, Gresik-Sidoarjo Jadi Prioritas

Senin, 21 September 2026 • 14:52:01 WIB
Pemerintah Bangun 119.379 Sambungan Jargas, Gresik-Sidoarjo Jadi Prioritas
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman meninjau fasilitas jargas di Gresik dan Sidoarjo.

JAWA BARAT — Pemerintah membangun sekitar 119.379 sambungan rumah jaringan gas bumi (jargas) sepanjang 2025–2026 di 15 kabupaten/kota, dengan Gresik dan Sidoarjo masing-masing kebagian sekitar 7.000 sambungan. Program ini jadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada impor LPG sekaligus menekan subsidi energi di APBN. PGN, Subholding Gas Pertamina, ditugaskan mengelola jaringan yang dibangun lewat dana APBN tersebut.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman meninjau langsung fasilitas jargas di Gresik dan Sidoarjo, didampingi Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswardono serta Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta. Kunjungan itu merupakan bagian dari tugas KSP mengawal program prioritas nasional, khususnya swasembada energi.

Pengembangan jargas masuk dalam Program Kerja Prioritas Nasional Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2027. Pembangunan jaringan gas perkotaan juga ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.

Berapa Besar Skala Pembangunan Jargas Nasional

Agung Kuswardono menyebut pembangunan jargas terus dilanjutkan seiring semakin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional. Pipa transmisi Cirebon–Semarang disebutnya jadi salah satu fondasi memperluas pemanfaatan gas domestik, termasuk untuk rumah tangga.

“Pengembangan jargas juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi subsidi terhadap APBN. Semakin banyak masyarakat yang terhubung dengan jaringan gas bumi, maka semakin luas pemanfaatan energi domestik yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan," kata Agung.

Dari total 119.379 SR yang dibangun di 15 kabupaten/kota, Gresik dan Sidoarjo masing-masing mendapat sekitar 7.000 SR. Pemerintah menargetkan pembangunan jargas secara masif mulai tahun ini hingga mencapai 1 juta SR pada 2028.

Rekam Jejak Jargas di Gresik dan Sidoarjo

Kementerian ESDM melalui Ditjen Migas sudah membangun 4.000 SR jargas di Gresik sejak 2022. Sidoarjo lebih lama lagi: 29.961 SR sejak 2010. Seluruh jaringan itu dibangun dengan APBN dan penugasan kepada PGN sebagai operator.

Pengalaman PGN melayani pelanggan rumah tangga di dua wilayah itu menjadi modal untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan gas bumi. Secara nasional, PGN telah melayani lebih dari 820 ribu pelanggan rumah tangga.

“PGN menyambut baik perhatian dan dukungan pemerintah terhadap pengembangan jargas di Gresik, Sidoarjo serta wilayah lainnya. Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN terus mendukung pengembangan dan pengelolaan infrastruktur jaringan gas bumi untuk segmen rumah tangga & pelanggan kecil," ujar Hery Murahmanta.

Skema Beyond Pipeline untuk Wilayah Tanpa Jaringan Pipa

PGN mengembangkan pemanfaatan gas bumi lewat dua jalur: jaringan pipa dan solusi beyond pipeline. Salah satunya Compressed Natural Gas (CNG), yang dipakai menjangkau wilayah dan kebutuhan yang belum bisa dilayani pipa.

Langkah ini menyasar rumah tangga yang selama ini bergantung pada LPG bersubsidi. Setiap rumah yang tersambung jargas berarti satu titik konsumsi LPG yang berkurang, sekaligus satu beban subsidi yang dipangkas dari APBN.

Pemerintah berencana terus memperluas program jargas ke lebih banyak kabupaten/kota. Sinergi antara pemerintah dan pemangku kepentingan di sektor gas dinilai jadi kunci memperluas akses masyarakat terhadap energi domestik.

Bagi PGN, perluasan jargas menambah volume pelanggan rumah tangga di luar basis tradisionalnya di Jawa Timur. Bagi pemerintah, target 1 juta SR pada 2028 jadi ujian apakah konektivitas infrastruktur gas yang sudah terbangun bisa benar-benar sampai ke dapur rumah tangga.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: medcom.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks