Pencarian

32 SMKN di Jawa Barat Gandeng 64 Perusahaan, Disdik Sebut Kolaborasi Jadi Jawaban atas Minimnya Laboratorium Sekolah

Senin, 07 September 2026 • 09:33:31 WIB
32 SMKN di Jawa Barat Gandeng 64 Perusahaan, Disdik Sebut Kolaborasi Jadi Jawaban atas Minimnya Laboratorium Sekolah
SMKN di Jawa Barat menjalin kemitraan dengan 64 perusahaan untuk menjawab keterbatasan fasilitas laboratorium dan praktik sekolah.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat memfasilitasi kemitraan strategis antara 32 SMKN dengan 64 perusahaan lintas sektor untuk mencetak lulusan yang siap terserap industri. Kerja sama ini digelar untuk menjawab keterbatasan sarana laboratorium dan fasilitas praktik di sekolah. Penandatanganan kesepakatan berlangsung di SMKN 1 Setu, Kabupaten Bekasi.

BANDUNG — Sebanyak 32 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Jawa Barat resmi menjalin kemitraan dengan 64 perusahaan dari berbagai sektor. Langkah ini ditempuh agar kurikulum vokasi selaras dengan standar industri modern dan lulusan tidak kesulitan bersaing di dunia kerja.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto menegaskan bahwa kolaborasi dengan pelaku industri bukan sekadar formalitas, melainkan solusi atas persoalan mendasar yang dihadapi sekolah kejuruan. Fasilitas praktik yang terbatas membuat siswa tidak terbiasa dengan peralatan mutakhir yang dipakai perusahaan saat ini.

"Keterbatasan sekolah itu hanya bisa diatasi dengan kolaborasi. Saya berterima kasih kepada perusahaan-perusahaan yang bersedia menjadi living lab bagi anak-anak kita," ujar Purwanto di Bandung, Jumat.

Ruang Lingkup Kerja Sama dan Sektor yang Terlibat

Kemitraan ini mencakup sektor-sektor unggulan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Barat. Mulai dari bisnis dan manajemen, pariwisata, teknologi manufaktur dan rekayasa, hingga teknologi informasi.

Bidang seni dan ekonomi kreatif serta otomotif juga masuk dalam daftar kerja sama tersebut. Dengan cakupan yang luas, diharapkan lulusan SMKN bisa mengisi kebutuhan tenaga kerja di berbagai industri yang tersebar di wilayah Jawa Barat.

Hibah Mesin Bubut dari Korea Selatan untuk SMKN 1 Setu

Momen penandatanganan kerja sama itu sekaligus dimanfaatkan untuk memperkuat daya dukung pembelajaran praktik. Sebuah mesin bubut standar industri asal Korea Selatan diserahkan sebagai hibah kepada sekolah.

Bantuan tersebut berasal dari Ditjen ILMATE Kementerian Perindustrian RI. Keberadaan mesin ini dinilai krusial agar para siswa terbiasa dengan ritme kerja serta standar operasional yang berlaku di pabrik manufaktur sesungguhnya.

Mentalitas dan Disiplin Jadi Syarat Utama Lulusan

Di luar penguasaan kompetensi teknis, Disdik Jabar menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak di bangku sekolah. Budaya kebersihan, mentalitas kerja, dan kedisiplinan tinggi menjadi fondasi yang paling dicari perusahaan pembuka lapangan kerja.

"Perusahaan membutuhkan orang-orang yang disiplin dan tanggung jawab," tutur Purwanto.

Para kepala sekolah pun didorong untuk lebih proaktif menjalin kemitraan, tidak hanya dengan korporasi besar, tetapi juga dengan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta komunitas. Praktisi industri diharapkan bisa dihadirkan langsung ke ruang kelas untuk berbagi pengalaman.

Dengan adanya keselarasan antara kurikulum dan kebutuhan industri, angka pengangguran terbuka dari lulusan vokasi diharapkan bisa terus ditekan. Siswa tidak lagi sekadar memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang teruji dan relevan dengan permintaan pasar kerja.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks