Pencarian

343 Alumni SMPN 1 Garut Silaturahmi Lintas Angkatan di Situ Bagendit, KBA Rayakan Milad ke-2 Tanpa Pengurus

Minggu, 20 September 2026 • 14:46:31 WIB
343 Alumni SMPN 1 Garut Silaturahmi Lintas Angkatan di Situ Bagendit, KBA Rayakan Milad ke-2 Tanpa Pengurus

GARUT — Keluarga Besar Alumni (KBA) SMPN 1 Garut merayakan milad ke-2 lewat silaturahmi lintas angkatan di kawasan wisata Situ Bagendit, Kabupaten Garut, Sabtu (19/9/2026). Sebanyak 343 alumni dari angkatan 1970 hingga 2017 memadati lokasi kegiatan. Pejabat daerah, guru purna tugas, Kepala SMPN 1 Garut, dan tokoh pendidikan hadir dalam pertemuan itu.

Yang membedakan KBA dari perkumpulan alumni umumnya bukan jumlah yang hadir, melainkan cara organisasi itu berjalan. Sejak dibentuk 18 Oktober 2024, KBA tidak pernah memiliki ketua, pengurus, maupun panitia kegiatan.

KBA Jalani 24 Kegiatan Tanpa Struktur Kepanitiaan

Penggagas KBA SMPN 1 Garut, Ade Ridwan, menyebut kegiatan di Situ Bagendit sebagai pertemuan ke-24 sekaligus puncak milad ke-2. Menurut dia, absennya struktur kepanitiaan bukan kelalaian, tapi pilihan yang dirawat bersama.

"Dalam kegiatan ini tidak ada namanya panitia, ketua, semua mempunyai tanggung jawab. Ini merupakan kegiatan ke-24 kali atau milad ke-2. Alhamdulillah, mungkin sedikit nyeleneh, suatu kegiatan tanpa ada panitia? Inilah kisah nyatanya, kami dari 18 Oktober 2024 sampai hari ini tidak membentuk panitia ataupun pengurus, semua mempunyai tanggung jawab," ujar Ade.

Setiap anggota mengambil peran berdasarkan kebutuhan yang muncul di lapangan. Tidak ada yang menunggu instruksi karena tidak ada posisi yang memberi instruksi.

"Jadi kami di sini sama-sama sadar apabila ada sesuatu yang harus dikerjakan, tanpa harus disuruh langsung dikerjakan. Semua berlaku seperti itu dan sampai hari ini masih seperti ini, mudah-mudahan sampai seterusnya," katanya.

Mengapa Ade Ridwan Menolak Buru-buru Bentuk Kepengurusan

Ade menilai pembentukan organisasi atau kepanitiaan tidak cukup hanya dengan menyusun struktur. Kemauan untuk terlibat dan bekerja dinilainya jauh lebih menentukan.

"Saya juga di sini ingin mengedukasi bagi generasi penerus agar tidak gampang membuat atau membentuk panitia. Jangan mudah membuat organisasi, tapi jadikan dulu dirinya, ada tidak keinginan untuk kerja, ada tidak keinginan untuk organisasi. Gampang membuat organisasi, gampang membuat panitia itu, tapi apabila tidak ada keinginan buat apa?" tegasnya.

Konsep tanpa pengurus sempat jadi bahan candaan rekan-rekannya. Ade menerima itu sebagai bagian dari perjalanan KBA selama hampir dua tahun.

"Sampai saya diolok-olok sama teman-teman dengan pembentukan KBA tanpa ada pengurus, tapi ini kisah nyata, semua sama-sama mempunyai tanggung jawab. mindset saya, bagaimana menyamakan keinginan yang sama," tuturnya.

Harapan Alumni Angkatan 1976 untuk KBA

Alumni angkatan 1976, Hj. Ninuk, berharap KBA terus menjadi wadah yang mempererat hubungan dan kepedulian antaralumni SMPN 1 Garut.

"Harapannya para hadirin harus peduli pada sesama alumni SMPN 1 Garut, disukai oleh semua alumni, dan bisa mempersatukan antara angkatan dengan jalan silaturahmi di kegiatan kajian," ujarnya.

Rentang angkatan yang hadir membentang dari 1970 sampai 2017. Jarak puluhan tahun itu bertemu dalam satu meja panjang di tepi Situ Bagendit, tanpa panitia yang mengatur siapa duduk di mana atau siapa bicara lebih dulu.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: koranmandala.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks