KABUPATEN BANDUNG — BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat -7.24,107.62. Titik pusat gempa berada di darat, bukan di laut, dengan kedalaman 4 kilometer di bawah permukaan.
Jarak pusat gempa sekitar 27 kilometer ke arah selatan dari Kabupaten Bandung. Wilayah selatan kabupaten ini memang dikenal memiliki aktivitas seismik yang cukup aktif.
Getaran Terasa di Pangalengan dan Kertasari
Masyarakat di Pangalengan dan Kertasari melaporkan merasakan guncangan dengan skala intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala tersebut, getaran biasanya terasa nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk yang melintas.
Warga yang sedang beristirahat dini hari itu sempat keluar rumah untuk memastikan kondisi sekitar. Meski demikian, tidak ada kepanikan besar yang dilaporkan dari kedua wilayah tersebut.
Belum Ada Laporan Kerusakan Bangunan
Hingga informasi ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan akibat gempa. Tidak ada catatan bangunan roboh, retak, maupun korban jiwa dari peristiwa bermagnitudo 2,7 SR itu.
Magnitudo yang relatif kecil membuat potensi kerusakan struktural sangat minim. Gempa dangkal dengan kekuatan di bawah 3 SR umumnya hanya terasa sebagai getaran singkat.
Data BMKG Masih Bisa Berubah
BMKG menyatakan informasi gempa ini mengutamakan kecepatan penyampaian. Hasil pengolahan data disebut belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data yang diterima.
Warga diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG. Kabupaten Bandung dan wilayah sekitarnya berada di zona rawan gempa, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan meski kekuatan gempa kali ini tergolong kecil.