BANDUNG — Libur sekolah yang meningkatkan mobilitas warga Jawa Barat membuat PLN UP2B Jabar memperketat pengawasan sistem kelistrikan. Tidak hanya memastikan lampu tetap menyala di rumah-rumah, perusahaan pelat merah ini juga mengantisipasi lonjakan pemakaian listrik di tempat-tempat keramaian seperti mal, hotel, dan objek wisata.
General Manager PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Munawwar Furqan, menyatakan bahwa pengaturan sistem berjalan secara aman, andal, dan efisien. “Tugas dispatcher tidak sekadar memantau layar komputer. Setiap keputusan yang diambil harus didasarkan pada analisis teknis yang akurat, koordinasi yang intensif, serta kolaborasi antarunit agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (4/7/2026).
Dispatcher 24 Jam: Otak di Balik Stabilitas Listrik
Di ruang kendali operasi PLN UP2B Jabar, para dispatcher memantau kondisi sistem secara real-time. Mereka bertugas menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik, mengendalikan aliran daya pada jaringan transmisi, serta memastikan sistem tetap beroperasi dalam kondisi optimal.
Saat pola konsumsi berubah drastis selama liburan, para operator ini harus sigap mengatur ulang distribusi daya. Tujuannya agar kualitas tegangan tetap terjaga dan kontinuitas pasokan tidak terganggu. Setiap perubahan beban yang tidak biasa langsung dianalisis untuk mengantisipasi potensi gangguan sebelum meluas.
Teknologi Digital dan Profesionalisme Jadi Andalan
Manager PLN UP2B Jabar, Santo Kardono, menekankan bahwa periode libur sekolah memerlukan kesiapsiagaan lebih tinggi karena dinamika pola beban listrik yang berbeda di tiap wilayah. “Teknologi membantu kami memantau sistem secara menyeluruh, namun keputusan strategis tetap berada di tangan insan PLN yang memiliki kompetensi dan pengalaman,” kata Santo.
Perpaduan antara sistem digital yang terintegrasi dan jam terbang para dispatcher menjadi kunci utama. PLN menyebut proses pengaturan sistem dilakukan 24 jam setiap hari, tidak hanya saat libur panjang. Namun, antisipasi ekstra dilakukan karena risiko gangguan lebih tinggi akibat peningkatan pemakaian listrik di sektor pariwisata dan komersial.
Komitmen Menjaga Kontinuitas di Tengah Lonjakan Aktivitas
PLN UP2B Jabar memastikan bahwa melalui kesiapsiagaan personel, pemanfaatan teknologi digital, dan koordinasi antarunit, kontinuitas pasokan listrik tetap terpelihara. Perusahaan mengklaim sistem kelistrikan Jawa Barat beroperasi secara optimal sehingga masyarakat dapat menikmati masa liburan dengan nyaman tanpa khawatir pemadaman mendadak.
“Perpaduan antara teknologi, sistem operasi yang terintegrasi, serta profesionalisme para dispatcher menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik. Inilah wujud komitmen PLN dalam mempertahankan kinerja perusahaan yang andal,” pungkas Santo.