CIANJUR — Unit Siaga SAR Cianjur bersama unsur gabungan masih menyisir area muara dan pesisir untuk mencari Paldi yang hilang setelah perahunya dihantam ombak besar. Tim rescue diberangkatkan dari posko pada pukul 05.15 WIB dan menempuh perjalanan darat sejauh 140 kilometer menuju lokasi kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan korban sedang bersama dua rekannya, Momo (27) dan Yeyen (27), yang selamat dan menjadi saksi mata.
Kronologi: Mesin Mogok, Gelombang Besar Menghantam Perahu
Menurut Ade Dian Permana, insiden bermula ketika ketiga nelayan tersebut berusaha memperbaiki mesin perahu yang mati di tengah muara. Saat mereka fokus pada perbaikan, gelombang besar tiba-tiba datang dan menghantam perahu.
"Saat itu gelombang besar datang dan menghantam perahu. Korban terpeleset dan langsung terjatuh ke dalam air. Hingga saat ini belum ditemukan," jelas Ade Dian Permana.
Operasi SAR: 4 Personel Basarnas Dikerahkan ke Titik Koordinat 7°29'46.19"S 107°20'23.74"E
Setelah informasi dinyatakan valid dan berkoordinasi dengan Satpolairud Cianjur serta Polsek Cidaun, satu tim rescue langsung dikerahkan. Operasi pencarian melibatkan 4 personel dari Unit Siaga SAR Cianjur yang membawa satu unit Rescue Car Double Cabin, peralatan SAR air, alat komunikasi, dan perlengkapan keselamatan personal.
Lokasi kejadian berada di koordinat 7°29'46.19"S 107°20'23.74"E, dengan jarak lurus sekitar 76,35 kilometer dari Unit Siaga SAR Cianjur. Tim akan menyisir area muara dan pesisir dengan tetap memperhatikan kondisi medan, cuaca, dan keselamatan personel.
Imbauan Keselamatan: Pelampung dan Cek Kondisi Perahu Wajib Sebelum Melaut
Ade Dian Permana mengingatkan para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut, terutama ketika cuaca dan gelombang tidak bersahabat. Penggunaan pelampung keselamatan dan pengecekan kondisi perahu sebelum berangkat menjadi langkah wajib yang tidak boleh diabaikan.
"Keselamatan adalah yang utama. Jangan memaksakan melaut jika kondisi tidak memungkinkan. Dan segera laporkan jika terjadi kejadian darurat," pesannya.
Koordinasi dengan unsur SAR gabungan terus dilakukan untuk memperluas area pencarian. Hingga berita ini diturunkan, korban belum ditemukan dan operasi pencarian masih berlangsung.