Pencarian

Prichard Colon Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun, 11 Tahun Berjuang Lawan Cedera Otak Akibat Insiden di Ring

Jumat, 14 Agustus 2026 • 07:06:31 WIB
Prichard Colon Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun, 11 Tahun Berjuang Lawan Cedera Otak Akibat Insiden di Ring
Petinju Puerto Rico Prichard Colon meninggal dunia pada usia 33 tahun setelah menjalani perawatan intensif akibat cedera otak yang dideritanya sejak 2015.

JAWA BARAT — Kepergian Prichard Colon meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan seprofesi, dan para penggemar tinju yang selama lebih dari satu dekade mengikuti perjuangannya melawan pukulan telak yang mengubah jalan hidupnya. Cedera otak yang dideritanya bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari pertarungan terpanjang dalam hidupnya di luar ring.

Pukulan Maut di Ronde Kesembilan yang Mengubah Segalanya

Insiden yang menjadi titik balik hidup Colon terjadi pada Oktober 2015. Saat itu, ia menghadapi Terrel Williams dalam sebuah laga yang berlangsung sengit. Di ronde kesembilan, Colon menerima serangkaian pukulan ke bagian belakang kepala yang dinilai ilegal oleh banyak pengamat. Meski wasit tidak menghentikan pertarungan, momen itu terbukti fatal.

Tidak lama setelah pertarungan usai, petinju asal Puerto Rico itu mulai menunjukkan gejala-gejala bahaya. Ia sempat kehilangan kesadaran di ruang ganti dan segera dilarikan ke rumah sakit. Diagnosa dokter menjadi vonis yang mengubah segalanya: perdarahan otak yang menyebabkan kerusakan permanen.

11 Tahun Perjuangan: Dari Atlet Prima Hingga Perawatan Intensif

Sejak kejadian itu, hidup Colon tidak pernah sama. Atlet yang sebelumnya dikenal dengan julukan "Digget" ini harus menjalani perawatan intensif selama bertahun-tahun. Kondisinya membuat ia kehilangan kemampuan untuk berbicara dan bergerak secara normal, bergantung penuh pada keluarga yang setia mendampingi di sisinya.

Keluarga Colon selama ini rutin membagikan kabar perkembangan kondisinya kepada publik. Mereka tidak pernah menyerah dan terus berjuang mencari perawatan terbaik. Kabar duka ini pun langsung menyebar luas, dengan banyak tokoh tinju dunia menyampaikan belasungkawa dan mengenang kejadian tragis yang menimpa petinju yang sempat dijuluki sebagai calon bintang besar itu.

Pelajaran Pahit bagi Dunia Tinju

Kematian Prichard Colon kembali membuka luka lama dan menjadi pengingat keras akan bahaya yang mengintai di setiap pertarungan. Kasus ini juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap keselamatan petinju, terutama terkait pukulan terlarang yang kerap luput dari hukuman wasit.

Banyak pihak menilai, tragedi ini seharusnya menjadi bahan evaluasi besar bagi badan tinju dunia. Perlindungan terhadap atlet harus menjadi prioritas utama di atas tontonan dan keuntungan finansial. Warisan yang ditinggalkan Colon bukan hanya tentang kemenangan di atas ring, tetapi juga tentang perjuangan panjang dan keluarganya yang tak kenal lelah.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks