Pencarian

Pemerataan Listrik Jabar Perlu Sesuai Karakter Wilayah

Kamis, 01 Oktober 2026 • 19:27:15 WIB
Pemerataan Listrik Jabar Perlu Sesuai Karakter Wilayah
Pakar Unpad menilai LUTD PLN UID Jabar perlu menyesuaikan solusi listrik dengan kondisi wilayah (Foto: NET)

BANDUNG — Pakar Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (Unpad) Yogi Suprayogi menilai program Light Up the Dream (LUTD) perlu dikembangkan dengan mempertimbangkan karakter dan kebutuhan masing-masing wilayah agar perluasan akses listrik dapat memberikan manfaat yang optimal.

“Listrik ini sangat penting di era saat ini. Di desa misalnya, paling miskin pun biasanya untuk melakukan sesuatu itu pasti berinteraksi dengan listrik,” kata Yogi.

Menurut Yogi, listrik kini menjadi kebutuhan dasar yang menopang berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari penerangan, komunikasi, pendidikan, hingga kegiatan ekonomi.

Namun, penyediaan listrik di setiap wilayah memiliki tantangan yang berbeda. Kondisi geografis, jarak, dan ketersediaan infrastruktur dapat memengaruhi pilihan solusi kelistrikan.

Ia mencontohkan wilayah yang masih mengandalkan generator berbahan bakar diesel. Biaya operasional dapat menjadi tantangan apabila bahan bakar harus didatangkan ke daerah yang sulit dijangkau.

Karena itu, Yogi menilai pendekatan pemerataan listrik perlu fleksibel dengan mempertimbangkan sumber energi dan kondisi lokal.

“Sebetulnya kita harus diversifikasi. Tidak bisa hanya mengandalkan batu bara,” ujarnya.

Menurut dia, potensi energi surya, hidro, air laut, energi dari sampah, maupun sumber energi lainnya dapat dikaji sesuai kebutuhan dan kelayakan masing-masing wilayah.

Sistem kelistrikan mandiri juga dapat menjadi alternatif di daerah tertentu yang sulit dijangkau jaringan listrik, selama memenuhi aspek teknis, ekonomi, dan keberlanjutan.

Dalam konteks PLN UID Jawa Barat, pendekatan berbasis karakter wilayah dapat membantu memastikan program seperti LUTD menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat. Pemerintah daerah juga perlu dilibatkan karena memiliki informasi mengenai kondisi wilayah dan potensi ekonomi masyarakat.

“Pemerintah daerah juga harus dilibatkan dalam penyediaan energi, terutama di daerah yang memang belum mampu dilayani secara optimal,” katanya.

Selain akses fisik, Yogi menilai aspek keterjangkauan juga perlu menjadi perhatian. Dukungan pemerintah dan program sosial perusahaan dapat diarahkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan sesuai pemetaan di lapangan.

Ia menekankan program sosial perlu berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah dan perencanaan pembangunan daerah agar manfaatnya dapat bertahan lebih lama.

Menurut Yogi, keberhasilan pemerataan listrik pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh bertambahnya jumlah sambungan. Akses energi perlu tersedia secara terjangkau, berkelanjutan, dan sesuai karakter wilayah agar dapat dimanfaatkan untuk pendidikan, komunikasi, aktivitas sehari-hari, dan kegiatan ekonomi.

Dengan pendekatan tersebut, LUTD dapat menjadi salah satu bagian dari upaya memperluas akses energi sekaligus membuka ruang bagi solusi kelistrikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Jawa Barat.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks