Pencarian

IPM Jawa Barat 2025 Tembus 75,90, Kenaikannya Tertinggi Se-Indonesia dan Lampaui Jateng hingga Jatim

Senin, 10 Agustus 2026 • 13:03:24 WIB
IPM Jawa Barat 2025 Tembus 75,90, Kenaikannya Tertinggi Se-Indonesia dan Lampaui Jateng hingga Jatim
Badan Pusat Statistik mencatat IPM Jawa Barat mencapai 75,90 poin pada 2025 dengan kenaikan 0,98 poin.

BANDUNG — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat mencapai 75,90 poin pada 2025. Angka ini bertambah 0,98 poin atau tumbuh 1,31 persen dibanding tahun sebelumnya, sekaligus menjadi lompatan tertinggi sepanjang periode 2021–2025 yang rata-rata hanya tumbuh 0,99 persen per tahun.

Dengan torehan ini, Jawa Barat menggeser posisi provinsi lain dalam hal akselerasi pembangunan manusia. Kenaikan 0,98 poin tersebut lebih tinggi dibanding Jawa Tengah yang hanya naik 0,90 poin dan Jawa Timur yang tumbuh 0,78 poin.

Angka Harapan Hidup Warga Jabar Tembus 75,53 Tahun

Pada dimensi kesehatan, Umur Harapan Hidup (UHH) masyarakat Jawa Barat naik 0,37 tahun menjadi 75,53 tahun. Artinya, bayi yang lahir pada 2025 diproyeksikan hidup lebih lama dibanding generasi sebelumnya.

Perbaikan ini seiring membaiknya akses sanitasi dan air bersih. BPS mencatat persentase rumah tangga dengan akses air minum layak naik 0,94 persen poin, sementara rumah tangga tanpa fasilitas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) turun 0,50 persen poin.

Harapan Lama Sekolah Tumbuh Tercepat, Capai 13,02 Tahun

Akselerasi paling tajam justru terjadi di sektor pendidikan. Harapan Lama Sekolah (HLS) Jawa Barat melonjak 1,72 persen menjadi 13,02 tahun—laju pertumbuhan tercepat dalam lima tahun terakhir. Angka ini memberi peluang anak berusia 7 tahun untuk menempuh pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi tingkat awal.

Sementara itu, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas juga menguat 3,04 persen menjadi 9,14 tahun, atau setara lulusan SMP.

Daya Beli Naik, 193.920 Jiwa Keluar dari Garis Kemiskinan

Dimensi standar hidup layak turut membaik. Pengeluaran riil per kapita warga Jawa Barat yang disesuaikan naik 2,39 persen menjadi Rp 12,45 juta per tahun, bertambah sekitar Rp 290.000 dibanding 2024.

Penguatan daya beli ini berbanding lurus dengan penurunan angka kemiskinan. Sepanjang tahun lalu, sebanyak 193.920 jiwa di Jawa Barat berhasil keluar dari kategori miskin, menekan angka kemiskinan hingga turun 0,44 persen poin.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut positif capaian ini. Ia menegaskan bahwa lompatan hampir 1 poin tersebut menempatkan Jabar sebagai provinsi dengan kenaikan IPM tercepat di Indonesia.

"Kenaikan IPM Jawa Barat justru peringkat pertama nasional, hampir 1 poin kenaikannya," tegas Dedi, Minggu (9/8/2026).

Pemprov Jawa Barat kini menargetkan posisi provinsi ini bisa segera masuk jajaran 10 besar provinsi dengan IPM tertinggi di Indonesia. Capaian 2025 ini dinilai menjadi modal kuat untuk mengakselerasi pembangunan sumber daya manusia yang lebih inklusif di masa mendatang.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gosipgarut.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks