Pencarian

Kolaborasi BPS, Kemenaker, dan Kemenperin untuk Sensus Ekonomi 2026 Diteken di Bekasi, Pelaku Usaha Diminta Tak Khawatir Soal Pajak

Selasa, 21 Juli 2026 • 21:34:01 WIB
Kolaborasi BPS, Kemenaker, dan Kemenperin untuk Sensus Ekonomi 2026 Diteken di Bekasi, Pelaku Usaha Diminta Tak Khawatir Soal Pajak
Menteri Ketenagakerjaan, Kepala BPS, dan Dirjen KPAII Kemenperin menandatangani komitmen bersama untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Bekasi, Selasa (21/7/2026).

KABUPATEN BEKASI — Badan Pusat Statistik (BPS) RI bersama Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Perindustrian menandatangani komitmen bersama untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan bahwa sensus ini murni untuk pengumpulan data statistik, bukan untuk kepentingan perpajakan, dan kerahasiaan data perusahaan dijamin.

Mengapa Pelaku Usaha Tak Perlu Khawatir dengan SE2026?

Penandatanganan komitmen bersama itu berlangsung dalam High Level Meeting bertajuk "Kolaborasi Strategis Sensus Ekonomi 2026: Fondasi Daya Saing Industri Masa Depan" di Hotel Nuanza, Kabupaten Bekasi, Selasa (21/7/2026). Acara itu dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, Dirjen KPAII Kementerian Perindustrian Tri Supondy, Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati, serta Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja.

Dalam paparannya yang bertajuk "Rekam Medis Ekonomi Nasional melalui SE2026", Amalia menekankan bahwa SE2026 merupakan agenda nasional yang membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, khususnya pelaku usaha. Ia memastikan data yang dikumpulkan tidak akan digunakan untuk urusan perpajakan.

"BPS menjamin kerahasiaan data setiap perusahaan yang berpartisipasi dalam sensus tersebut," ujar Amalia di hadapan pimpinan asosiasi industri dan pelaku usaha yang hadir.

Data Industri Tersebar, Perlu Ekosistem Terintegrasi

Dirjen KPAII Kementerian Perindustrian Tri Supondy menyoroti persoalan mendasar yang dihadapi sektor industri saat ini. Menurutnya, data industri masih tersebar di berbagai sumber sehingga menyulitkan penyusunan kebijakan.

"Diperlukan ekosistem data yang terintegrasi, mutakhir, dan saling melengkapi agar kebijakan industrialisasi dapat disusun secara lebih tepat sasaran," kata Tri. Kualitas data, lanjutnya, menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing industri nasional.

Dari Sensus Ekonomi, Pemerintah Petakan Pekerjaan Baru

Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan SE2026. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa hasil sensus akan menjadi landasan untuk memetakan pekerjaan baru dan menyiapkan sumber daya manusia masa depan.

Yassierli secara khusus mengajak pelaku usaha untuk tidak ragu berpartisipasi. "Saya berharap teman-teman di dunia usaha jangan berpikir sensus ekonomi ini untuk apa, tetapi ini adalah untuk kita semua, untuk Indonesia," ujarnya.

Diskusi Interaktif dan Kunjungan ke Pabrik

Setelah sesi pemaparan, forum dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang dipandu langsung oleh Kepala BPS RI. Forum itu menjadi wadah bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk saling bertukar masukan demi menyukseskan SE2026.

Puncak acara ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama oleh Menteri Ketenagakerjaan, Kepala BPS RI, dan Dirjen KPAII Kementerian Perindustrian. Usai kegiatan, Kepala BPS RI melanjutkan agenda dengan mengunjungi PT Mane Indonesia di kawasan industri Kabupaten Bekasi. Kunjungan itu dilakukan untuk meninjau aktivitas perusahaan sekaligus berdialog dengan manajemen mengenai tantangan yang dihadapi dunia usaha.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif pelaku usaha di seluruh Indonesia, khususnya di Jawa Barat, dalam menyediakan data ekonomi yang akurat. Data tersebut nantinya akan menjadi fondasi bagi kebijakan pembangunan ekonomi nasional.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rakyatjabarnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks