JAWA BARAT — PT Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning mengerahkan Fire Brigade dan Masyarakat Peduli Api untuk memadamkan 17 titik api kebakaran lahan di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau, pada 11–13 September 2026. Keterlibatan perusahaan migas ini menegaskan peran dunia usaha dalam penanganan karhutla yang selama ini bergantung pada pemerintah dan aparat. Dukungan tersebut juga menyasar pencegahan, bukan sekadar pemadaman di lapangan.
Respons Cepat di Kecamatan Dayun
Tim Fire Brigade Kilang Sungai Pakning bergabung dengan sekitar 70 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Brimob, Manggala Agni, MPA Dayun, RAPP, Satpol PP Provinsi, Polres Siak, dan Polsek Dayun. Pada hari kedua penanganan, tim berhasil memadamkan 9 titik api. Sehari berikutnya, 8 titik api kembali ditangani.
Perusahaan juga mengajak MPA Kelurahan Sungai Pakning untuk berkolaborasi menggunakan EXPINTABLE, inovasi portable hydrant yang membantu penyediaan dan distribusi air selama proses pemadaman. Teknologi sederhana ini memungkinkan pasokan air menjangkau area gambut yang sulit diakses kendaraan pemadam biasa.
Bantuan Nozzle Gambut untuk Kampung Dayun
Selain personel dan peralatan, Kilang Sungai Pakning menyerahkan bantuan 5 unit Nozzle Gambut kepada Pemerintah Kampung Dayun. Peralatan tersebut dirancang khusus untuk mempercepat pemadaman pada lahan gambut, yang selama ini menjadi tantangan tersendiri karena api mudah menjalar di bawah permukaan.
Bantuan ini diharapkan memperkuat kesiapan masyarakat dan pemerintah desa dalam menghadapi potensi karhutla berikutnya. Kampung Dayun termasuk wilayah yang berulang kali terdampak kebakaran lahan pada musim kemarau.
Edukasi dan Kesiapsiagaan Sejak Dini
Sebelum kejadian di Dayun, perusahaan terlibat dalam Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla bersama Tim Penyuluh Mabes TNI di Kecamatan Bukit Batu pada 10 September 2026. Dalam kegiatan itu, perusahaan berbagi praktik baik penanganan karhutla berbasis pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Sinergi berlanjut lewat audiensi Tim Penyuluh Mabes TNI dengan manajemen Kilang Sungai Pakning pada 15 September 2026. Selain membahas penguatan koordinasi lintas sektor, tim juga memeriksa kesiapsiagaan sarana dan peralatan pemadam yang dimiliki perusahaan.
Manager Produksi PT Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning, Triadi Lukito, menyampaikan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dengan peran yang saling melengkapi.
"Karhutla merupakan tantangan yang membutuhkan kesiapan dan kolaborasi. Perusahaan tidak hanya menyiapkan personel dan peralatan, tetapi juga terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat serta koordinasi dengan pemerintah dan unsur terkait. Melalui sinergi multipihak, respons terhadap karhutla dapat dilakukan secara lebih cepat, terkoordinasi, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan," ujar Triadi.
Penutup: Rangkaian langkah Kilang Sungai Pakning menunjukkan pola penanganan karhutla yang bergeser dari sekadar reaksi darurat menjadi kemitraan jangka panjang dengan warga dan pemerintah daerah. Bagi Pertamina, keterlibatan ini sekaligus menjaga stabilitas operasional kilang yang berada di tengah wilayah rawan kebakaran lahan Riau.