Pencarian

Mengenal Weton dalam Primbon Jawa: Asal-usul, Fungsi, dan Kepercayaan yang Masih Hidup

Minggu, 19 Juli 2026 • 15:02:01 WIB
Mengenal Weton dalam Primbon Jawa: Asal-usul, Fungsi, dan Kepercayaan yang Masih Hidup

Bagi masyarakat keturunan Jawa yang tersebar di berbagai daerah, termasuk di Jawa Barat, weton masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Meski zaman terus berubah dan banyak hal beralih ke cara pandang modern, kepercayaan seputar weton tetap dijaga sebagian orang sebagai warisan leluhur yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Secara sederhana, weton adalah gabungan antara hari dalam kalender Masehi (tujuh hari) dengan hari pasaran Jawa yang berjumlah lima: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Perpaduan keduanya menghasilkan 35 kombinasi weton yang masing-masing dipercaya membawa watak, peruntungan, hingga pantangan tersendiri menurut primbon Jawa.

Belakangan, topik seputar weton kembali ramai dicari di internet, mulai dari cara menghitung weton kelahiran, karakter tiap pasaran, kecocokan jodoh, sampai mitos tentang weton tertentu yang dianggap pantang mengunjungi tempat-tempat yang dianggap sakral. Artikel ini merangkum dasar-dasar yang perlu diketahui sebelum menelusuri topik weton lebih jauh.

Bagaimana Weton Dihitung dan Apa Fungsinya

Penghitungan weton pada dasarnya memadukan hari dalam seminggu (Senin hingga Minggu) dengan hari pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon) yang berputar setiap lima hari sekali. Karena siklusnya berbeda dengan kalender Masehi, kombinasi weton seseorang baru akan berulang persis setelah 35 hari, bukan tujuh hari seperti kalender biasa.

Dalam tradisi Jawa, weton kelahiran dipakai untuk berbagai keperluan, mulai dari menentukan hari baik untuk hajatan, membaca watak dasar seseorang, hingga menghitung kecocokan pasangan sebelum menikah. Fungsi-fungsi ini diwariskan turun-temurun lewat primbon, yakni kitab kuno berisi pedoman hidup masyarakat Jawa.

Bagi yang ingin mengetahui weton kelahirannya sendiri, langkah-langkahnya sebenarnya cukup sederhana asal tahu rumus dasarnya. Panduan lengkap cara menghitungnya bisa dibaca lebih detail lewat artikel Cara Menghitung Weton dari Tanggal Lahir di jabarviral.com.

Lima Pasaran Weton dan Karakter yang Melekat

Setiap hari pasaran dalam primbon Jawa dipercaya membawa karakter atau watak dasar yang berbeda-beda. Legi identik dengan sosok yang ramah dan mudah bergaul, Pahing sering dikaitkan dengan sifat tegas dan berjiwa pemimpin, sementara Pon dianggap membawa energi yang tenang namun teguh pendirian.

Adapun Wage dalam banyak referensi primbon dikaitkan dengan sosok yang pekerja keras namun cenderung tertutup, sedangkan Kliwon kerap dianggap membawa aura spiritual yang lebih kuat dibanding pasaran lain. Tentu saja, penafsiran ini bersifat kepercayaan turun-temurun, bukan kaidah yang berlaku mutlak bagi setiap individu.

Pembahasan lebih mendalam soal watak dan filosofi tiap pasaran sudah dibahas satu per satu di jabarviral.com, mulai dari Weton Wage, Weton Pahing, hingga Weton Legi.

Mitos dan Pantangan Seputar Weton

Selain soal watak, primbon Jawa juga mengenal berbagai pantangan yang dikaitkan dengan weton tertentu. Salah satu yang paling banyak dicari belakangan adalah mitos soal weton yang dianggap pantang mengunjungi tempat-tempat yang dipercaya memiliki nilai spiritual kuat, seperti kawasan Gunung Kawi.

Kepercayaan semacam ini umumnya berakar dari tradisi lisan yang berkembang di masyarakat, bukan dari ajaran agama formal manapun. Cerita dan pantangan ini diwariskan dari mulut ke mulut, sering kali disertai kisah atau pengalaman pribadi yang membuatnya semakin dipercaya oleh sebagian orang, meski kebenarannya sulit dibuktikan secara ilmiah.

Bagi yang penasaran weton apa saja yang masuk dalam mitos ini dan alasan di baliknya, pembahasan lengkapnya sudah dikupas di artikel Weton Apa Saja yang Dilarang ke Gunung Kawi?

  • Weton merupakan warisan budaya, bukan ramalan yang bersifat mutlak atau pasti terjadi.
  • Sistemnya berbeda dari astrologi barat karena berbasis siklus 35 hari, bukan tanggal lahir semata.
  • Penafsiran watak dan pantangan bisa berbeda antar daerah maupun antar sumber primbon.
  • Tidak semua masyarakat Jawa modern mempercayai weton secara penuh, banyak yang memaknainya sekadar tradisi.
  • Terlepas dari kepercayaan pribadi, weton tetap dihormati sebagai bagian dari identitas budaya Jawa.

Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan masyarakat Jawa yang juga hidup di Jawa Barat, weton terus menarik perhatian lintas generasi. Bagi pembaca yang ingin menelusuri lebih jauh soal kecocokan pasangan menurut weton atau mitos-mitos lain seputar hari kelahiran, jabarviral.com sudah merangkumnya dalam beberapa artikel terkait yang bisa dibaca lebih lanjut.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks