Pencarian

Penjualan Karawang Green Village 3 Meningkat, Harga Unit Naik 9 Persen dalam Setahun

Selasa, 14 Juli 2026 • 09:02:01 WIB
Penjualan Karawang Green Village 3 Meningkat, Harga Unit Naik 9 Persen dalam Setahun
Penjualan unit di kawasan Karawang Green Village 3 (KGV3) meningkat seiring kenaikan harga unit hingga 9 persen dalam setahun.

JAWA BARAT — Direktur Citanusa Group, Anton Suwandi, menyatakan peningkatan tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap properti sebagai instrumen investasi jangka panjang. "Closing rate terhadap jumlah kunjungan konsumen meningkat dari sekitar 20 persen pada kuartal pertama menjadi hampir 30 persen pada kuartal kedua 2026," ujar Anton dalam keterangan resmi, baru-baru ini.

Menurut Anton, tren ini sejalan dengan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia Triwulan I 2026. Survei tersebut mencatat Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) tumbuh 0,62 persen secara tahunan (year-on-year). Angka itu mengindikasikan sektor properti residensial masih mampu mempertahankan apresiasi nilai di tengah tekanan ekonomi.

Kenaikan Harga Unit di Karawang Green Village 3

Optimisme pengembang juga tercermin dari kenaikan harga unit di kawasan KGV3. Anton mencontohkan tipe Cattapa (32/60) yang harganya naik dari Rp350 juta pada 2025 menjadi Rp380 juta pada 2026. Artinya, terjadi peningkatan sekitar 9 persen dalam satu tahun.

Anton menilai apresiasi harga tersebut tidak terlepas dari perkembangan kawasan Karawang Timur sebagai pusat industri. Kawasan itu didukung oleh pembangunan infrastruktur strategis yang terus berjalan.

Sasaran Pasar: Keluarga Muda dan Kelas Menengah

Survei Bank Indonesia menunjukkan penjualan rumah tipe menengah mengalami peningkatan. Anton mengatakan kondisi ini relevan dengan pasar yang dibidik KGV3, yakni keluarga muda dan masyarakat kelas menengah yang membutuhkan hunian terjangkau dengan fasilitas memadai.

"Di tengah berbagai tantangan ekonomi, kami justru melihat adanya peningkatan kepercayaan konsumen terhadap sektor properti," kata Anton. Ia menambahkan bahwa masyarakat masih memandang properti sebagai kebutuhan hunian sekaligus instrumen investasi yang memiliki prospek pertumbuhan baik.

Sektor properti residensial dinilai masih menunjukkan daya tahan positif meskipun ekonomi nasional dan global diwarnai ketidakpastian. Meningkatnya minat terhadap kepemilikan rumah menjadi sinyal bahwa kelas menengah masih optimistis terhadap prospek jangka panjang.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: karawangbekasi.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks