SUMEDANG — Dukungan itu disampaikan langsung Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, saat menerima kunjungan silaturahmi jajaran pengurus IKA Unpad di Command Center Sumedang, Senin (3/8). Rombongan pengurus yang dipimpin Sekretaris Jenderal IKA Unpad, Yhodisman Soratha, datang untuk menyerahkan undangan resmi kepada sang bupati yang juga merupakan alumni universitas tersebut.
Bagi Dony, acara ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul para lulusan. Ia menilai festival yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis Unpad itu punya dampak nyata bagi warga Sumedang, terutama di sektor pariwisata dan usaha kecil.
Bukan Sekadar Reuni Akbar, Ini Dampaknya untuk Warga Sumedang
Dony menegaskan, penyelenggaraan kegiatan di Jatinangor ini akan memberikan makna dan manfaat besar, tidak hanya bagi alumni dan mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Sumedang secara keseluruhan. Ia optimistis ribuan alumni yang hadir nanti akan memutar uang di hotel, restoran, dan UMKM lokal.
“Saya yakin kegiatan ini akan memberikan makna, manfaat, dan dampak yang besar, tidak hanya bagi para alumni, tetapi juga bagi mahasiswa Unpad, Universitas Padjadjaran, serta masyarakat Kabupaten Sumedang,” kata Dony dalam keterangannya.
Pemkab Sumedang, lanjut Dony, berkomitmen menyukseskan acara ini agar berjalan lancar, aman, dan meriah. Ia ingin seluruh peserta reuni akbar pulang dengan membawa kesan terbaik tentang Sumedang sebagai daerah yang ramah dan nyaman.
Mengapa Jatinangor Menjadi Titik Strategis bagi Unpad?
Yhodisman Soratha menjelaskan, pemilihan Kampus Jatinangor sebagai lokasi utama bukan tanpa alasan. Kawasan ini memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan panjang Universitas Padjadjaran, sehingga sinergi dengan pemerintah daerah setempat menjadi kunci suksesnya acara.
“Kami mengharapkan kehadiran Pak Bupati Sumedang yang juga alumni Unpad pada Homecoming Festival IKA Unpad 2026 yang akan diselenggarakan pada 19 September 2026 di Kampus Unpad Jatinangor,” ujar Yhodisman.
Ia menambahkan, kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk sivitas akademika dan alumni. Panitia berharap masyarakat sekitar Jatinangor dan sekitarnya turut terlibat, sehingga manfaat ekonomi dan sosial dari festival ini bisa dirasakan lebih luas lagi.
Dengan dukungan penuh dari Pemkab Sumedang, persiapan menuju September 2026 dipastikan akan berjalan lebih matang. Pertemuan lanjutan antara panitia dan pemerintah daerah disebut akan segera dijadwalkan untuk membahas teknis pelaksanaan, termasuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar kampus.