BOGOR — Pendataan langsung menyasar karcis resmi dan mekanisme setoran dari juru parkir ke komandan regu (danru). Jenal menyebut langkah ini sekaligus menjawab banyaknya aduan warga soal parkir berbayar yang tidak disertai bukti pembayaran sah.
"Lebih kepada pengumpulan data, fakta di lapangan, dan informasi pemberlakukan tiket (karcis) resmi dari Pemkot yang diberikan Dishub. Termasuk proses setoran dari jukir ke danru seperti apa," ungkap Jenal usai inspeksi.
Karcis Resmi Jadi Pembeda dengan Parkir Liar
Jenal menegaskan bahwa karcis parkir merupakan legitimasi utama yang membedakan zona resmi kelolaan pemerintah dengan parkir liar. Menurutnya, parkir tanpa karcis tidak akan pernah memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
"Kalau parkir liar kan jelas, tidak menjadi konversi untuk pembangunan daerah," tegasnya.
Verifikasi serupa akan diperluas ke 110 titik zona parkir resmi lainnya yang tersebar di Kota Bogor. Seluruh titik tersebut tengah dievaluasi menyusul adanya temuan di lapangan yang tidak sesuai dengan prosedur.
Target Setoran Rp4 Miliar dan Rencana Digitalisasi
Pemkot Bogor mencatat realisasi pendapatan parkir tepi jalan hingga pertengahan 2026 sudah mencapai sekitar Rp2 miliar. Angka ini setengah dari target akhir tahun yang dipatok sebesar Rp4 miliar.
Untuk meningkatkan transparansi, Jenal memastikan aplikasi digitalisasi pembayaran di zona parkir resmi wajib dijalankan. Nantinya, transaksi yang masuk melalui sistem digital akan langsung tercatat sebagai kas daerah.
"Ini menjadi dasar buat kami menjawab pertanyaan publik tentang parkir resmi pemerintah. Ada total 110 titik zona parkir resmi milik pemerintah. Semua terus kita evaluasi," terangnya.
Pembinaan Berkala dan Respons Jukir di Lapangan
Pemkot berencana menggelar pembinaan bagi para jukir setiap tiga bulan sekali. Para petugas parkir diposisikan sebagai mitra pemerintah dalam menggenjot pendapatan asli daerah, bukan sekadar pekerja lapangan.
Salah seorang jukir di Jalan Suryakencana, Dede, mengaku telah membiasakan diri memberikan karcis kepada pengendara. Bahkan, ia kerap memanfaatkan transaksi digital seperti QRIS agar setorannya langsung masuk ke rekening Dishub.
"Seringnya saya pake QRIS, karena langsung disetorkan ke Dishub," tutupnya.