JAWA BARAT — GIIAS 2026 di ICE BSD menjadi panggung bagi Lepas untuk memperkenalkan E4 EV, SUV listrik premium yang menjadi kendaraan elektrifikasi pertama dari brand tersebut di Indonesia. Angka Rp339 juta yang dipajang di booth bukan harga permanen—ini hanya berlaku selama pameran berlangsung, sebuah strategi yang kerap dipakai pendatang baru untuk menarik minat early adopter. Sayangnya, Lepas belum mengungkap berapa harga normal setelah pameran berakhir.
Baterai 67 kWh dan Jarak Tempuh 637 Km: Realistis atau Sekadar Angka Iklan?
Klaim jarak tempuh 637 km dari baterai 67 kWh adalah angka yang perlu disikapi kritis. Secara matematis, efisiensi yang dibutuhkan untuk mencapai angka tersebut adalah sekitar 10,5 kWh per 100 km—sangat efisien untuk kelas SUV, bahkan lebih baik dari sebagian besar pesaing di kelasnya. Sebagai perbandingan, BYD Atto 3 dengan baterai 49,9 kWh mengklaim jarak 410 km (efisiensi 12,2 kWh/100 km), sementara Wuling Air ev jauh di bawah itu.
Angka 637 km kemungkinan besar diukur dalam kondisi NEDC atau standar China CLTC, yang dikenal lebih optimistis dibandingkan WLTP atau EPA. Dalam pemakaian nyata di Indonesia—dengan suhu tinggi, lalu lintas macet, dan penggunaan AC yang intensif—konsumen harus siap melihat jarak tempuh riil di kisaran 450-500 km. Ini tetap angka yang kompetitif, tapi jangan berharap bisa menempuh Jakarta-Surabaya tanpa charging di tengah jalan.
Platform LEX dan Klaim Keselamatan Global NCAP: Fondasi yang Perlu Dibuktikan
Lepas membangun E4 EV di atas platform bernama LEX, yang diklaim punya empat keunggulan: lebih stabil, lebih lega, lebih senyap, dan lebih efisien energi. Klaim-klaim semacam ini selalu perlu diverifikasi lewat uji jalan independen—bukan sekadar percaya pada rilis resmi. Yang lebih konkret adalah klaim kepatuhan terhadap standar keselamatan Global NCAP, tapi perlu dicatat bahwa ini belum tentu berarti E4 EV sudah diuji oleh Global NCAP secara resmi. Konsumen sebaiknya menunggu hasil uji tabrak independen yang dipublikasikan.
Posisi di Pasar: Menantang Dominasi Merek China
Dengan banderol Rp339 juta, E4 EV masuk ke zona harga yang sama dengan BYD Atto 3 (sekitar Rp350 juta) dan kompetitor lain dari GAC Aion serta Wuling. Lepas berharap positioning "Premium Lifestyle SUV" dan warisan Chery Group—yang punya hampir 30 tahun pengalaman riset dan manufaktur—bisa jadi pembeda. Namun di pasar yang makin sesak, reputasi merek yang belum terbentuk di Indonesia menjadi pekerjaan rumah besar.
Kutipan dari Temmy Wiradjaja, Vice Country Director Lepas Indonesia, menegaskan ambisi ini: "Lepas E4 EV adalah tonggak penting bagi perjalanan Lepas di Indonesia yang membuktikan komitmen Lepas sebagai brand New Energy." Ia menyebut kombinasi inovasi, teknologi, kenyamanan, dan desain elegan sebagai fondasi pengalaman "Premium Lifestyle Mobility" yang ingin dibangun.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
Beberapa catatan penting sebelum Anda memutuskan memesan E4 EV di GIIAS:
- Harga khusus pameran—pastikan Anda bertanya berapa harga normal setelah GIIAS selesai, dan apakah ada konsekuensi jika pesanan batal
- Jaringan servis dan ketersediaan suku cadang—sebagai brand baru, infrastruktur purna jual Lepas di Indonesia belum teruji
- Jarak tempuh riil—klaim 637 km perlu diverifikasi dengan uji jalan independen, bukan hanya percaya pada brosur
- Nilai jual kembali—brand baru biasanya punya depresiasi lebih tinggi di tahun-tahun awal
Verdict: Menarik Tapi Perlu Verifikasi Lapangan
Lepas E4 EV punya spesifikasi yang menjanjikan di atas kertas: baterai besar, jarak tempuh klaim yang agresif, dan harga pameran yang kompetitif. Namun sebagai pendatang baru, Lepas harus membuktikan tiga hal: kualitas build yang konsisten, jaringan purna jual yang andal, dan angka jarak tempuh yang mendekati klaim dalam kondisi nyata. Untuk konsumen yang sedang mempertimbangkan EV di segmen Rp300-350 juta, E4 EV layak masuk daftar—tapi jangan buru-buru membayar uang muka sebelum melihat hasil uji jalan independen dan membandingkannya langsung dengan BYD Atto 3 atau kompetitor lain yang sudah lebih dulu mapan di Indonesia.