BANDUNG — Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis temuan terbaru yang mengukur kepuasan warga Jawa Barat terhadap Gubernur Dedi Mulyadi. Hasilnya, mayoritas besar responden memberikan nilai positif.
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan memaparkan, survei yang dilakukan pada awal Juli 2025 itu mencatat 39,3 persen responden mengaku sangat puas, sementara 56,1 persen menyatakan cukup puas. Total akumulasi kepuasan mencapai 95,4 persen.
"Ini jauh dengan masyarakat yang menyatakan puas," kata Djayadi dalam keterangan resmi, Kamis (23/7).
Di sisi lain, responden yang menyatakan kurang puas hanya 3,3 persen, dan yang tidak puas sama sekali 0,5 persen. LSI menyimpulkan tingkat ketidakpuasan secara keseluruhan hanya 3,8 persen.
Kepuasan Merata Hingga 100 Persen di Sejumlah Kota
Djayadi melanjutkan, kepuasan publik terhadap Dedi Mulyadi juga merata secara demografi di seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat. Beberapa daerah bahkan mencatat angka kepuasan 100 persen.
Daerah dengan kepuasan sempurna itu meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Bogor, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kota Banjar, dan Kabupaten Kuningan. Adapun angka terendah tercatat di Kabupaten Pangandaran, tetapi masih di level 69,3 persen.
Faktor di Balik Angka Tinggi: Responsif di Medsos
Djayadi menguraikan, ada beberapa faktor yang membuat kepuasan publik Dedi Mulyadi bertahan di angka nyaris sempurna. Salah satu yang paling menonjol adalah keaktifan dan gaya responsif gubernur di media sosial dalam menyikapi persoalan dan isu yang mencuat.
"Karena saat ini akses informasi masyarakat ke media sosial juga tinggi," tuturnya.
Dosen Ilmu Politik Universitas Padjadjaran M Fazrulzaman Azmi menambahkan, responsivitas dalam berbagai isu memang memiliki dampak positif secara politik. "Dalam kacamata politik, masyarakat ingin ditanggapi oleh pejabat politik yang dipilih. Apa yang dilakukan KDM meski pro kontra tapi di sisi lain akan membuat masyarakat tersentuh dengan konten-konten itu," katanya.
Persepsi Ekonomi: Mayoritas Nilai Sedang
Selain mengukur kepuasan terhadap kepala daerah, survei LSI juga memotret persepsi masyarakat terhadap kondisi pemerintahan dan ekonomi di Jawa Barat. Hasilnya, mayoritas responden menilai kondisi ekonomi berada pada kategori sedang atau moderat, yakni 44,3 persen.
Sementara itu, proporsi masyarakat yang menilai kondisi ekonomi baik dan buruk relatif berimbang.