SUKABUMI — Ketua SMSI Jawa Barat Hardiansyah mendorong perusahaan media di daerah untuk tidak lagi memandang media sosial sekadar corong pemberitaan. Dalam arahannya usai Pelantikan SMSI Sukabumi Raya, ia menyebut platform digital itu kini menjadi aset strategis yang mampu membuka peluang pendapatan baru di tengah menurunnya iklan konvensional dan ketergantungan pada kerja sama dengan instansi atau swasta.
“Media sosial kini sudah menjadi ruang pertemuan utama antara media dengan audiens. Jika dikelola dengan benar, ini bisa menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan, tidak hanya bergantung pada kerjasama dengan instansi atau swasta,” ujar Hardiansyah di Pendopo Kota Sukabumi, Sabtu.
Empat Peluang Monetisasi yang Bisa Digarap Media Daerah
Hardiansyah membeberkan sejumlah peluang yang bisa langsung digarap perusahaan media. Mulai dari kerja sama konten bermerek dengan brand lokal, kemitraan dengan pelaku usaha UMKM, layanan berlangganan informasi eksklusif, hingga memanfaatkan fitur monetisasi yang disediakan masing-masing platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok.
“Kuncinya ada pada kualitas konten yang konsisten, kepercayaan yang terjaga, serta pemahaman mendalam terhadap kebutuhan audiens,” kata dia.
Inovasi Tanpa Meninggalkan Kode Etik Jurnalistik
Meski mendorong inovasi, Hardiansyah mengingatkan agar perusahaan media tidak tergoda mengorbankan prinsip dasar jurnalistik demi mengejar pendapatan. Menurutnya, kebenaran dan kode etik jurnalistik harus tetap menjadi landasan utama agar eksistensi media tetap kuat dan dihormati masyarakat.
“Perusahaan media harus berani berinovasi dan tidak kaku pada cara kerja lama. Media sosial adalah jembatan yang menghubungkan kepercayaan publik dengan nilai ekonomi bagi perusahaan,” tambahnya.
Mengapa Momentum Ini Krusial bagi Media Lokal?
Dorongan ini muncul di saat banyak media daerah masih bergulat dengan penurunan pendapatan iklan cetak dan digital. Dengan basis pengguna media sosial yang terus bertambah di Jawa Barat, optimalisasi platform dinilai menjadi langkah paling realistis untuk menopang operasional tanpa kehilangan identitas sebagai lembaga pers yang kredibel.
Pelantikan SMSI Sukabumi Raya sendiri menjadi ajang konsolidasi bagi puluhan media siber di wilayah tersebut untuk berkolaborasi menghadapi tantangan industri. Hardiansyah berharap pengurus baru bisa menjadi motor penggerak transformasi digital media anggota.