BEKASI — Masing-masing anak penerima mendapatkan dana sebesar Rp60 juta dalam bentuk tabungan pendidikan. Skema ini dipilih agar dana tersimpan aman dan bisa digunakan bertahap untuk biaya sekolah, administrasi, perlengkapan belajar, hingga kebutuhan akademik di jenjang berikutnya.
Bukan Sekadar Bantuan, tapi Jaminan Masa Depan
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, kehilangan orang tua merupakan pengalaman berat bagi setiap anak. Dalam situasi tersebut, keberlangsungan pendidikan perlu dijaga agar anak-anak tetap memiliki ruang untuk belajar dan tumbuh.
“Kami memahami bahwa tidak ada bantuan yang dapat menggantikan kehadiran orang tua. Namun, kami berharap dukungan pendidikan ini dapat meringankan kekhawatiran keluarga dan menjaga langkah anak-anak agar tetap dapat melanjutkan sekolah serta meraih cita-citanya,” ujar Anne.
Proses Penyaluran dan Prioritas Tepat Sasaran
Penyaluran bantuan dilakukan setelah melalui pendataan dan koordinasi dengan keluarga penerima. KAI memastikan bantuan diberikan secara tepat agar manfaatnya langsung dirasakan oleh anak-anak dan keluarga yang terdampak musibah.
Program ini masuk dalam Pilar Sosial TJSL KAI yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan akses pendidikan, serta perlindungan bagi keluarga dalam kondisi rentan.
Dampak Musibah, Bukan Sekadar Saat Kejadian
Anne menambahkan, dampak sebuah musibah bisa dirasakan dalam waktu panjang. Karena itu, perhatian tidak hanya diberikan saat kejadian, tetapi juga untuk kebutuhan kehidupan anak-anak di masa mendatang.
“Kami ingin keluarga memiliki ketenangan bahwa pendidikan anak-anak tetap dapat dilanjutkan. Semoga tabungan ini menjadi bekal yang menjaga semangat belajar mereka dari waktu ke waktu,” kata Anne.
Komitmen Keselamatan: Evaluasi Berkelanjutan
Di sisi lain, KAI terus melakukan evaluasi dan penguatan budaya keselamatan di seluruh operasional. Perusahaan memperkuat sistem manajemen keselamatan, meningkatkan kompetensi SDM, memanfaatkan teknologi, serta menjalankan perbaikan proses secara berkelanjutan.
Setiap hasil evaluasi menjadi pembelajaran penting untuk meningkatkan standar keselamatan dan mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Keselamatan merupakan tanggung jawab yang harus dijaga setiap saat. Kami menyampaikan empati yang mendalam kepada seluruh keluarga yang terdampak dan akan terus melakukan perbaikan agar layanan kereta api semakin aman dan andal bagi masyarakat,” tutup Anne.