Pencarian

Disdamkarmat Kabupaten Bandung Siagakan Personel Antisipasi Lonjakan Kebakaran Saat Puncak Kemarau, 16 Kejadian Terjadi Sejak Awal Tahun

Sabtu, 04 Juli 2026 • 20:52:31 WIB
Disdamkarmat Kabupaten Bandung Siagakan Personel Antisipasi Lonjakan Kebakaran Saat Puncak Kemarau, 16 Kejadian Terjadi Sejak Awal Tahun
Personel Disdamkarmat Kabupaten Bandung berjaga di titik rawan kebakaran selama puncak kemarau.

BANDUNG — Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Disdamkarmat memfokuskan kesiapsiagaan pada titik-titik rawan seperti permukiman padat penduduk, lahan kosong, serta kawasan hutan dan semak belukar. Kombinasi cuaca kering ekstrem dan aktivitas manusia disebut sebagai pemicu utama kebakaran selama musim kemarau.

16 Kebakaran Terjadi dalam Enam Bulan, Mendekati Total Tahun Lalu

Data Disdamkarmat menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Hingga pertengahan tahun 2026, sudah tercatat 16 kebakaran lahan dan hutan. Angka ini hanya berselisih tiga kejadian dari total 19 kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2025.

“Kami menyiagakan personel karena ini penting mengingat tahun ini sangat berpotensi terjadinya peristiwa kebakaran, baik di permukiman maupun di area lahan, hutan ataupun gunung,” ujar Kepala Disdamkarmat Kabupaten Bandung Iman Irianto Sudjana di Bandung, Sabtu.

Penyebab Utama: Puntung Rokok hingga Pembakaran Lahan

Berdasarkan evaluasi petugas, kebakaran pada musim kemarau hampir selalu dipicu oleh faktor manusia. Kelalaian seperti membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah di lahan kering, hingga praktik membuka lahan dengan cara membakar semak menjadi penyebab dominan.

Menghadapi kondisi ini, Disdamkarmat menggencarkan edukasi ke tingkat kecamatan dan desa. “Sebagai langkah preventif, kami melakukan imbauan kepada camat, kepala desa hingga melalui relawan pemadam kebakaran atau Redkar,” kata Iman.

Medan Sulit dan Keterbatasan Air Jadi Tantangan Pemadaman

Petugas telah menyiapkan strategi khusus untuk mengatasi kendala di lapangan. Prioritas utama adalah melakukan lokalisasi api dengan membuat sekat bakar dan menggunakan pompa portabel sebelum kobaran meluas.

Iman menjelaskan bahwa pemadaman di kawasan pegunungan kerap terkendala medan yang terjal dan terbatasnya sumber air. Oleh karena itu, respons cepat dari warga dan perangkat desa sangat krusial untuk memastikan api tidak membesar sebelum tim tiba di lokasi.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks