Pencarian

Sony Xperia 1 VIII Resmi Meluncur dengan Fitur AI Camera Assistant yang Tuai Kritik Pedas

Kamis, 14 Mei 2026 • 23:15:53 WIB
Sony Xperia 1 VIII Resmi Meluncur dengan Fitur AI Camera Assistant yang Tuai Kritik Pedas
Sony Xperia 1 VIII resmi diluncurkan dengan fitur AI Camera Assistant yang menuai kritik.

JAWA BARAT — Langkah Sony menyematkan teknologi kecerdasan buatan (AI) pada sistem kamera flagship terbarunya, Xperia 1 VIII, justru berbuah kritik tajam. Fitur bernama "AI Camera Assistant" yang seharusnya mempermudah pengguna mendapatkan foto artistik, dinilai melakukan pemrosesan berlebihan (over-processing) yang membuat hasil foto tampak tidak natural.

Kritik ini muncul setelah Sony membagikan sampel foto yang diproses menggunakan fitur tersebut. Alih-alih meningkatkan kualitas, AI Camera Assistant justru menghasilkan gambar yang jauh lebih terang dengan saturasi warna dan kontras yang menurun drastis. Fenomena ini memicu perdebatan di media sosial mengenai arah pengembangan fotografi komputasional pada smartphone modern.

Detail Hilang dan Kontras Rendah Jadi Sorotan

Dalam penjelasan resminya, Sony menyebutkan bahwa AI Camera Assistant dengan "Xperia Intelligence" dirancang untuk membantu pengguna mewujudkan visi artistik mereka melalui berbagai penyesuaian ekspresif. Namun, implementasi nyatanya justru menunjukkan hasil yang berkebalikan dengan selera purist fotografi yang selama ini menjadi basis pengguna setia Sony.

"AI Camera Assistant dengan Xperia Intelligence membantu Anda menghidupkan visi Anda. Ini menyarankan berbagai opsi ekspresif dengan penyesuaian berbeda untuk membuat foto yang berkesan," tulis Sony dalam materi promosinya.

Hasil foto yang dibagikan menunjukkan area bayangan (shadow) yang diangkat secara paksa hingga sejajar dengan area terang (highlight). Hal ini mengakibatkan gambar terlihat "datar" (flat) dan kehilangan kedalaman dimensi. Tren ini dianggap sebagai titik ekstrem dari masalah yang sudah lama menghinggapi kamera smartphone: penajaman berlebihan (oversharpening) dan kecenderungan membuat foto terlihat terang di semua sisi tanpa memedulikan arah cahaya alami.

Tren Fotografi Komputasional yang Kian Membosankan

Masalah yang dialami Sony sebenarnya mencerminkan tren industri yang lebih luas. Google melalui lini Pixel juga mulai meninggalkan karakter foto yang kontras dan dramatis demi tampilan yang lebih terang namun sering dianggap membosankan. Bahkan, Google baru saja memamerkan alat "Smart Enhance" untuk Instagram yang memiliki pola serupa, yakni mencerahkan bayangan secara agresif.

Meski pemrosesan AI pada Google Pixel masih dianggap lebih konsisten, apa yang dilakukan Sony pada Xperia 1 VIII dinilai terlalu ekstrem. Padahal, secara hardware, Sony sudah membekali ponsel ini dengan sensor kamera telefoto baru yang ukurannya hampir empat kali lipat lebih besar dari generasi sebelumnya. Potensi hardware yang mumpuni tersebut justru dinilai terhambat oleh algoritma AI yang terlalu ikut campur.

Spesifikasi Utama dan Harga Xperia 1 VIII

Di luar kontroversi kameranya, Sony Xperia 1 VIII tetap membawa spesifikasi kelas atas yang menjadi standar flagship masa kini. Sony masih berani tampil beda dengan mempertahankan fitur-fitur yang mulai ditinggalkan oleh produsen lain seperti Samsung maupun Apple.

  • Layar: Panel OLED dengan desain khas Sony yang memanjang.
  • Hardware: Chipset flagship terbaru (Snapdragon seri 8) dengan dukungan slot microSD.
  • Kamera: Sensor Telefoto baru 4x lebih besar dengan dukungan AI Camera Assistant.
  • Audio: Masih mempertahankan jack 3,5mm untuk kualitas audio kabel tanpa latensi.
  • Harga: Dibanderol mulai dari €1.500 atau setara Rp 24,7 juta untuk pasar Eropa.

Kehadiran slot microSD dan jack audio 3,5mm menjadi nilai jual unik bagi pengguna profesional dan audiophile. Namun, dengan harga yang menembus angka Rp 24 juta, Sony menghadapi tantangan besar untuk meyakinkan konsumen bahwa pemrosesan AI mereka adalah sebuah kemajuan, bukan penurunan kualitas.

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai jadwal peluncuran Xperia 1 VIII untuk pasar Indonesia. Mengingat strategi Sony beberapa tahun terakhir, kemungkinan besar perangkat ini hanya akan tersedia melalui jalur impor atau distributor tertentu, mengingat Sony Mobile belum kembali secara resmi ke pasar smartphone tanah air.

Bagikan
Sumber: 9to5google.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks