SUMEDANG — Isu yang menyebut Mahkota Binokasih rusak usai digunakan dalam kirab dipastikan tidak benar. Pihak Keraton Sumedang Larang langsung angkat bicara setelah narasi tersebut memicu kegaduhan di kalangan masyarakat Sunda.
Penegasan ini disampaikan langsung oleh Radya Anom Keraton Sumedang Larang, R Lucky Soemawilaga. Menurutnya, kondisi mahkota pusaka tersebut tetap aman dan tidak ada kerusakan sedikit pun.
Bukan Rusak, Melainkan Perawatan Rutin
Lucky menjelaskan, yang ditemukan saat pemeriksaan bukanlah kerusakan, melainkan pengikat lama pada mahkota yang sudah rapuh. Mahkota Binokasih tersusun dari berbagai elemen yang dirangkai secara detail, bukan benda cetak utuh.
“Pengikat lama itu memang sudah rapuh, sehingga perlu diganti demi menjaga keamanan serta estetika mahkota,” ujar Lucky dalam keterangannya, seperti dikutip dari unggahan akun Instagram @humas_jabar.
Ia menegaskan, penggantian tali pengikat merupakan bagian dari proses perawatan rutin dan pelestarian benda pusaka. Prosedur ini wajar dilakukan mengingat faktor usia mahkota yang sudah tua.
Fakta di Balik Viral Mahkota Binokasih
Viralnya kabar ini sempat membuat publik bertanya-tanya, terutama karena Mahkota Binokasih merupakan simbol penting warisan budaya Sunda. Namun, klarifikasi dari pihak keraton langsung memastikan bahwa seluruh bagian utama mahkota tetap utuh.
“Seluruh bagian utama mahkota tetap utuh, aman, dan tidak mengalami kerusakan sedikit pun,” tegas Lucky.
Dengan klarifikasi ini, pihak keraton berharap masyarakat tidak lagi terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi. Perawatan berkala terhadap pusaka keraton adalah hal lumrah demi menjaga kelestariannya untuk generasi mendatang.