KUNINGAN — Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani menyebutkan, pemberian kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis dilakukan pada peringatan Hari Buruh, Minggu (27/4). Langkah ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat pekerja di daerahnya.
Sasaran: Petani Tembakau hingga Pekerja Informal
Program JKK dan JKM tidak hanya menyasar buruh formal. Pemerintah daerah secara khusus menjangkau petani tembakau, petani cengkeh, dan pekerja rentan lainnya yang selama ini berada di luar sistem perlindungan sosial ketenagakerjaan.
“Kami telah menyerahkan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan pada peringatan Hari Buruh yang dilaksanakan hari ini di Kuningan,” kata Tuti dalam keterangannya, Minggu.
Kolaborasi Nol Rupiah, 3.000 Orang Hadiri Peringatan May Day
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kuningan, Krisyudi, mengungkapkan peringatan Hari Buruh tahun ini diikuti lebih dari 3.000 peserta. Uniknya, kegiatan tersebut menggunakan anggaran nol rupiah.
“Sumber anggaran kegiatan nol rupiah, seluruhnya didukung melalui partisipasi perusahaan dan berbagai pihak,” ujar Krisyudi.
Peringatan May Day itu merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan, serikat pekerja, dan pemerintah daerah.
Pemkab Siapkan 30 Ribu Tenaga Kerja untuk 5 Pabrik Baru
Di luar program perlindungan sosial, Tuti juga mengungkapkan proyeksi kebutuhan tenaga kerja di Kuningan ke depan. Sedikitnya lima pabrik besar direncanakan akan berdiri di daerah tersebut, sehingga kebutuhan tenaga kerja diperkirakan mencapai 30 ribu orang.
Ia mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap penyaluran tenaga kerja ilegal ke luar negeri dan selalu berkoordinasi dengan dinas terkait. Momentum Hari Buruh, kata dia, harus dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan industrial yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
50 Peserta Magang Dilepas ke Jepang
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah daerah melepas 50 peserta program pemagangan ke Jepang. Program ini hasil kolaborasi Disnakertrans, kementerian terkait, Bursa Kerja Khusus (BKK), dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
“Para peserta harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, meningkatkan kompetensi, dan menjadi generasi pekerja yang profesional,” pesan Tuti.