Isu kelangkaan Minyakita kembali mencuat di tengah masyarakat. Namun, Perum Bulog memastikan bahwa pasokan minyak goreng kemasan sederhana itu sebenarnya sudah mengalir ke pasar-pasar tradisional.
“Distribusi Minyakita yang menjadi jatah Bulog telah kami salurkan maksimal ke pasar rakyat dan titik pantauan pemerintah,” ujar Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam program Closing Bell CNBC Indonesia, Senin (11/5/2026).
Mengapa Masyarakat Masih Sulit Mendapatkan Minyakita?
Pernyataan ini sekaligus membantah anggapan bahwa produk tersebut langka. Meski demikian, Bulog tak menampik bahwa distribusi di lapangan kerap menghadapi kendala teknis. Salah satunya adalah disparitas harga antara Minyakita yang diatur pemerintah dengan minyak goreng curah atau kemasan premium yang lebih mahal.
Kondisi ini kerap memicu aksi penimbunan oleh oknum pedagang. Minyakita yang seharusnya dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) tertentu, seringkali dijual di atas batas yang ditentukan karena tingginya permintaan.
Kewajiban Bulog dalam Stabilisasi Pasokan
Sebagai BUMN pangan, Bulog memang mendapat penugasan khusus dari pemerintah untuk mendistribusikan Minyakita. Tugas ini merupakan bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) untuk menjaga daya beli masyarakat.
Direksi Bulog memastikan bahwa stok yang tersedia di gudang-gudang perusahaan sebenarnya mencukupi. Hanya saja, tantangan terbesar ada pada rantai distribusi dari tingkat distributor hingga ke pengecer.
“Kami terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan pemerintah daerah untuk mengawasi jalur distribusi ini,” tegas Ahmad Rizal.
Langkah Selanjutnya: Pengawasan Ketat
Ke depan, Bulog akan memperketat pengawasan terhadap distributor dan agen yang ditunjuk. Hal ini dilakukan untuk memastikan Minyakita benar-benar sampai ke tangan konsumen akhir, bukan dijual kembali ke industri atau ditimbun.
Masyarakat pun diimbau untuk melaporkan jika menemukan indikasi kelangkaan atau harga jual Minyakita yang tidak wajar di pasaran. Dengan begitu, pemerintah dan Bulog bisa segera menindaklanjuti dan menertibkan rantai pasok yang bermasalah.