Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membidik realisasi investasi Rp 110 triliun pada 2026. Optimisme itu mengemuka setelah pertumbuhan ekonomi triwulan I tercatat 5,89 persen, di atas rata-rata nasional. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan target tersebut saat membuka Central Java Business Investment Forum (CJIBF) 2026 di Kota Semarang, Senin (11/5).
SEMARANG — Sebanyak 12 kawasan industri dan ekonomi khusus baru disiapkan untuk menyerap investasi yang ditawarkan dalam forum tahunan tersebut. Luthfi menyebut ajang ini menjadi jembatan antara pemerintah daerah, pengusaha, dan investor asing untuk mencocokkan kebutuhan bisnis.
“CJIBF ini sudah sepuluh kali dilaksanakan. Kita gunakan untuk business matching antara pengusaha dan pemerintah, mitra, dan sebagainya, termasuk dengan pengelola kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus di wilayah kita,” kata Luthfi usai acara di Ballroom Hotel PO.
Realisasi Investasi Triwulan I Tembus Rp 23 Triliun
Jawa Tengah mencatat realisasi investasi Rp 23,02 triliun pada triwulan I 2026. Angka itu menyerap 92 ribu tenaga kerja di berbagai sektor. Capaian ini menjadi modal untuk mengejar target tahunan yang tahun lalu mencapai Rp 110 triliun.
“Artinya untuk meningkatkan ekonomi di wilayah kita perlu adanya forum-forum seperti ini,” jelas Luthfi.
12 Kawasan Industri Baru untuk Percepat Investasi
Pemerintah provinsi mengklaim telah menyiapkan 12 kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus yang tersebar di berbagai kabupaten/kota. Langkah ini disebut sebagai bentuk pemerintahan kolaboratif antara pemprov dan pemerintah daerah setempat.
“Kita minta di-guidance oleh pemerintah pusat agar bisa cepat,” ujar Luthfi.
Wamen Investasi Sebut Jateng Salah Satu Tertinggi Nasional
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu yang turut membuka forum menilai Jawa Tengah menjadi daerah penting bagi iklim investasi nasional. Menurutnya, capaian realisasi 2025 termasuk sangat tinggi, begitu pula data triwulan I 2026 yang masuk dalam jajaran tertinggi secara nasional.
CJIBF 2026 menghadirkan proyek di sektor energi terbarukan, pertanian dan hilirisasi pangan, pariwisata, hingga pertambangan. Acara ini dihadiri investor dari sejumlah negara, duta besar, asosiasi pengusaha, serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota.