Pencarian

Wakil Ketua Pansus XI DPRD Jabar Yusuf Maulana Dorong Situ Batu Karut Sukabumi Jadi Kawasan Konservasi dan Wisata Alam

Rabu, 13 Mei 2026 • 15:46:53 WIB
Wakil Ketua Pansus XI DPRD Jabar Yusuf Maulana Dorong Situ Batu Karut Sukabumi Jadi Kawasan Konservasi dan Wisata Alam
Wakil Ketua Pansus XI DPRD Jabar Yusuf Maulana meninjau kondisi mata air di Situ Batu Karut, Sukabumi.

SUKABUMI — Yusuf Maulana bersama jajaran Pansus XI dan UPTD PSDA Provinsi Jawa Barat wilayah Sukabumi meninjau langsung kondisi mata air dan sistem filtrasi PDAM Kota Sukabumi pada Rabu (13/5/2026). Dari hasil tinjauan, ia menilai kualitas air di Situ Batu Karut masih sangat jernih dan alami, sehingga layak dijadikan aset lingkungan yang dilindungi.

Ancaman Alih Fungsi Lahan dan Ekspansi Industri

Yusuf menyoroti tekanan lingkungan yang terus meningkat akibat berkurangnya kawasan hijau. Ia khawatir jika kawasan resapan air tidak segera diamankan, debit dan kualitas mata air akan terus menurun.

“Jangan sampai kawasan strategis sumber air ini dikuasai perusahaan-perusahaan yang justru berpotensi merusak ekosistem. Mata air ini harus tetap menjadi sumber kehidupan masyarakat,” tegasnya dalam keterangan yang diterima redaksi.

Vegetasi bambu yang tumbuh lebat di sekitar hulu disebutnya sebagai benteng alami penahan resapan air. Ia mendorong Pemprov Jabar untuk membeli atau menjadikan kawasan hulu sebagai aset pemerintah agar kelestariannya terjaga.

Potensi Wisata Berbasis Konservasi

Selain fungsi ekologis, Yusuf melihat peluang besar Situ Batu Karut sebagai destinasi wisata alam. Suasana asri dan udara sejuk yang masih terasa meski dekat dengan perkotaan dinilai cocok untuk konsep wisata ramah lingkungan.

“Ini bisa menjadi destinasi wisata unggulan apabila dikelola dengan baik tanpa merusak keasrian alamnya,” ujarnya.

Ia mengusulkan pembangunan jogging track atau jalur pejalan kaki di sepanjang area situ dengan material alami. Harapannya, warga lokal dan luar daerah bisa menikmati panorama tanpa mengganggu ekosistem, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar Batu Karut.

Riwayat dan Nilai Historis Situ Batu Karut

Nama “Batu Karut” konon berasal dari kondisi banyaknya batu besar dan akar pepohonan yang tampak “karut-marut” atau saling menyatu di kawasan tersebut. Secara geografis, situ ini berada di area perbukitan dengan aliran mata air alami yang selama bertahun-tahun menjadi penyangga kebutuhan air baku masyarakat Kota Sukabumi.

Masyarakat setempat meyakini vegetasi bambu di sekitar mata air memiliki peran vital dalam menjaga cadangan air tanah. Akar bambu mampu menyimpan dan menstabilkan air di kawasan resapan.

Yusuf menegaskan Situ Batu Karut bukan hanya penting dari sisi pemanfaatan air permukaan, tetapi juga memiliki nilai ekologis, historis, dan potensi wisata yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

Bagikan
Sumber: sukabumiupdate.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks