Pencarian

Harga Daging Ayam dan Cabai Picu Deflasi 0,06 Persen di Cirebon

Kamis, 07 Mei 2026 • 19:31:01 WIB
Harga Daging Ayam dan Cabai Picu Deflasi 0,06 Persen di Cirebon
Harga daging ayam dan cabai rawit turun, picu deflasi 0,06 persen di Kota Cirebon.

CIREBON — Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Cirebon mengalami penurunan signifikan sepanjang April 2026. Kondisi ini mendorong terjadinya deflasi secara bulanan (month to month) sebesar 0,06 persen, setelah sebelumnya beberapa komoditas sempat bertahan di harga tinggi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil deflasi terbesar mencapai 0,29 persen. Komoditas seperti daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, daging sapi, hingga bayam menjadi faktor utama yang mengerem laju inflasi di Kota Udang.

Apa Saja Komoditas yang Mengalami Penurunan Harga?

Statistisi Ahli Muda BPS Kota Cirebon, Mutiara Gita Fadhilah menjelaskan bahwa dinamika harga pangan sangat dipengaruhi oleh pasokan di tingkat produsen dan pola konsumsi masyarakat. Penurunan harga pada komoditas hortikultura seperti cabai terjadi seiring dengan membaiknya pasokan dari daerah sentra produksi.

“Beberapa catatan peristiwa di bulan April turut mempengaruhi terjadinya deflasi dan inflasi, seperti pergerakan harga bahan pokok yang berfluktuatif, pengaruh global geopolitik, hingga faktor cuaca yang diprediksi BMKG yang berimbas pada fluktuatifnya harga komoditas hortikultura,” ujar Mutiara menyampaikan keterangan Kepala BPS Kota Cirebon, Samiran.

Meskipun secara bulanan mengalami deflasi, BPS mencatat inflasi tahunan (year on year) Kota Cirebon masih berada di angka 2,75 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year to date) hingga April 2026 telah mencapai 0,97 persen.

Kenaikan Harga Beras dan Minyak Goreng Masih Membayangi

Di balik tren deflasi tersebut, warga tetap harus mewaspadai kenaikan harga pada beberapa barang kebutuhan pokok strategis lainnya. BPS melaporkan bahwa harga beras, gula pasir, dan minyak goreng justru menunjukkan tren kenaikan yang cukup tajam pada periode yang sama.

Kenaikan harga pada tiga komoditas utama tersebut menjadi penyeimbang yang menjaga angka deflasi tidak merosot terlalu dalam. Fluktuasi harga ini diprediksi masih akan terus berlangsung mengikuti perkembangan cuaca ekstrem yang memengaruhi produktivitas lahan pertanian di Jawa Barat.

Pemerintah daerah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) diharapkan terus memantau ketersediaan stok di pasar untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga. Penurunan harga daging ayam dan telur dipandang sebagai sinyal positif bagi daya beli masyarakat di tingkat lokal.

Bagikan
Sumber: radarcirebon.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks