BANDUNG — Capaian investasi Kota Bandung pada paruh pertama 2026 menunjukkan tren positif. Kepala DPMPTSP Kota Bandung, Eric Mohamad Atthauriq, mengungkapkan realisasi penanaman modal meningkat dari triwulan I ke triwulan II. Hal ini menandakan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di ibu kota Jawa Barat terus menguat.
Dari total Rp 6,4 triliun yang masuk, aliran modal asing tercatat sebesar Rp 930 miliar. Sisanya, Rp 5,44 triliun, berasal dari penanaman modal dalam negeri yang hingga kini menjadi tulang punggung perekonomian kota.
Trilogi Investasi Jadi Magnet Investor
Peningkatan ini tidak lepas dari strategi yang digagas Pemerintah Kota Bandung sejak 2025. DPMPTSP mengembangkan program trilogi investasi yang terdiri dari Bandung Investment Forum, Investor Day, dan Bandung Investment Summit.
Program tersebut dirancang untuk mempertemukan pemerintah dengan calon investor sekaligus memamerkan potensi ekonomi Kota Bandung. Pada 2026, trilogi investasi kembali dijalankan dengan agenda terdekat, yaitu Investor Day yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Agustus mendatang.
Kemudahan Perizinan Jadi Daya Tarik Utama
Eric menambahkan, faktor utama yang membuat investor betah menanamkan modalnya adalah kemudahan layanan perizinan. DPMPTSP menyediakan layanan perbantuan Online Single Submission (OSS) serta layanan Sakedap (Sarana Anjungan Kemudahan Perizinan) yang tersebar di kecamatan dan sentra-sentra industri pasar.
Inovasi layanan ini secara khusus menyasar pelaku usaha mikro agar proses perizinan lebih cepat, transparan, dan tidak berbelit. Dengan demikian, iklim investasi di Kota Bandung diharapkan terus tumbuh hingga akhir tahun untuk mencapai target Rp 12 triliun.