JAWA BARAT — Ford Racing menurunkan Mustang GT3 dengan livery tribute hitam, merah, dan emas di Petit Le Mans, Atlanta, akhir pekan ini. Skema warna itu meniru "Sweepstakes", mobil balap Henry Ford tahun 1901 yang menjadi titik awal keterlibatan pabrikan di dunia motorsport. Livery ini sekaligus menandai 125 tahun Ford berkecimpung di ajang balap.
Melalui rilis resmi Ford Racing, pabrikan asal Dearborn itu mengonfirmasi bahwa dua unit Mustang GT3 pabrikan akan tampil dengan warna berbeda dari biasanya di ajang International Motor Sports Association (IMSA) Petit Le Mans. Balapan berlangsung di Atlanta pada akhir pekan ini.
Livery tribute tersebut bukan sekadar tempelan dekoratif. Ford menyebut warna hitam pada bodi, merah pada sasis, dan aksen emas diambil langsung dari "Sweepstakes", mobil balap pertama Henry Ford yang berlaga pada 1901.
Detail Livery: Glow Pony dan Logo Ford Era Awal
Karena desain bodi mobil balap modern sudah jauh berbeda dari era 1900-an, tim desain Ford punya ruang cukup luas untuk berkreasi. Salah satu elemen yang menonjol adalah "Glow Pony", logo Mustang menyala yang ditempatkan di fender belakang.
Logo kuda itu diisi dengan bendera Amerika berwarna hitam dan emas. Di bagian kap mesin, Ford memasang logo perusahaan versi awal, sebuah elemen yang secara historis terbilang anakronistik karena baru dipakai setelah berdirinya Ford Motor Company.
Kutipan Scott Bartlett soal Warisan Balapan Ford
Scott Bartlett, manager of on-road racing and product marketing Ford, menyebut keberanian Henry Ford pada 1901 sebagai dasar dari segala hal yang dilakukan tim balapnya sekarang.
"Everything we do in racing is a gamble. But without Henry Ford taking a risk on October 10, 1901, we wouldn't be able to watch the Ford Mustang GT3 wearing the colors of Sweepstakes at Petit Le Mans on October 3, 2026. To this day, we live by his example. You have to push the limits and sometimes put it all on the line to create the future. That is what we do at Ford Racing," ujar Bartlett.
Spesifikasi "Sweepstakes" 1901: 26 HP dan Kecepatan 72 mph
Merujuk data Henry Ford Museum, "Sweepstakes" adalah mobil dua kursi dengan kokpit terbuka. Mesinnya berupa dua silinder berlawanan yang mampu berputar hingga 900 rpm dan menghasilkan 26 tenaga kuda.
Bobotnya 2.430 pon dengan kecepatan puncak 72 mil per jam. Angka itu terdengar kecil hari ini, tapi cukup untuk mengalahkan taipan otomotif Alexander Winton di Grosse Pointe, Michigan, pada 1901.
Dalam balapan itu, Ford sempat tertinggal 300 yard sebelum akhirnya menyalip Winton di lintasan lurus Grosse Pointe Race Track. Setelah memenangi lomba tersebut, Ford memutuskan pensiun dari dunia balap.
Dari Grosse Pointe ke Le Mans dan Formula 1
Kemenangan di Grosse Pointe ternyata berperan besar dalam sejarah industri otomotif Amerika. Publikasi luas atas kemenangan itu menarik investasi yang dibutuhkan Henry Ford untuk mendirikan Ford Motor Company, upaya keduanya membangun pabrikan mobil setelah percobaan pertama gagal.
Jejak Ford di dunia balap berlanjut ke berbagai era. Mulai dari program Le Mans dekade 1960-an, mesin Cosworth DFV, kerja sama dengan Red Bull Racing di Formula 1, hingga proyek Le Mans Hypercar yang tengah disiapkan. Catatan kemenangan Ford sendiri naik-turun sepanjang sejarah, tapi kehadirannya di lintasan balap tetap menjadi bagian penting dari identitas merek.