Pencarian

Produksi GKG Cianjur Capai 577 Ribu Ton hingga Juni 2026, DTPHP Optimistis Target 970 Ribu Ton Tercapai

Jumat, 07 Agustus 2026 • 17:28:45 WIB
Produksi GKG Cianjur Capai 577 Ribu Ton hingga Juni 2026, DTPHP Optimistis Target 970 Ribu Ton Tercapai
Produksi gabah kering giling di Kabupaten Cianjur mencapai 577 ribu ton hingga Juni 2026, atau 59 persen dari target 970 ribu ton.

CIANJUR — Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur mencatat produksi gabah kering giling (GKG) petani mencapai 577 ribu ton sepanjang Januari hingga Juni 2026. Angka tersebut baru memenuhi 59 persen dari target 970 ribu ton yang ditetapkan untuk akhir tahun.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Cianjur Dandan Hendrayana menyampaikan optimisme capaian itu bisa terlampaui sebelum 2026 berakhir. Keyakinan ini muncul meski ada potensi penurunan hasil produksi akibat kemarau yang diprediksi melanda 15 kecamatan pada Juli dan Agustus.

Musim Tanam Ketiga Jadi Andalan Kejar Target

Dandan menjelaskan, peluang peningkatan produksi justru terbuka lebar pada Oktober hingga Desember atau musim tanam ketiga. Curah hujan yang diprediksi kembali normal pada periode itu diyakini mampu mendongkrak hasil panen.

"Kami optimis target dapat tercapai meski ada tantangan kemarau di bulan Juli dan Agustus yang berdampak terhadap hasil produksi gabah petani, berbagai cara dilakukan guna memastikan hasil produksi tetap maksimal," kata Dandan di Cianjur, Jumat.

Luas Lahan Panen Bertambah 32.721 Hektare

Target produksi tahun ini memang lebih tinggi dibanding 2025 yang sebesar 805.248 ton. Kenaikan itu sejalan dengan bertambahnya luas lahan panen dari 138.027 hektare menjadi 170.748 hektare pada 2026.

Dari total lahan tersebut, terdapat dua tipe pengairan, yakni irigasi teknis dan tadah hujan. Karakteristik lahan serta kondisi cuaca menjadi faktor utama yang menentukan naik-turunnya produksi, bukan hanya luas panen semata.

Pompanisasi Jadi Jurus Antisipasi Kekeringan

Untuk meminimalkan dampak kemarau, DTPHP Cianjur menggencarkan pompanisasi di sejumlah wilayah yang terdampak maupun terancam kekeringan. Langkah ini dilakukan agar pengairan sawah tetap berjalan meski musim kemarau tengah berlangsung.

"Kami terus berupaya agar hasil produksi tetap meningkat bahkan melebihi target dengan melakukan pompanisasi di sejumlah wilayah terdampak dan terancam kekeringan, sehingga pengairan tetap berjalan meski sedang kemarau," ujarnya.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks