Pencarian

Kirab Mahkota Binokasih Sumedang Sedot Ribuan Warga dan Gubernur Jabar

Minggu, 03 Mei 2026 • 10:03:10 WIB
Kirab Mahkota Binokasih Sumedang Sedot Ribuan Warga dan Gubernur Jabar
Kirab Mahkota Binokasih memukau ribuan warga di jalan protokol Sumedang.

SUMEDANG — Ribuan pasang mata menyaksikan kemegahan Kirab Mahkota Binokasih yang mewarnai jalanan protokol Kabupaten Sumedang. Acara tahunan ini menjadi magnet bagi masyarakat yang ingin melihat langsung simbol kebesaran budaya Sunda tersebut.

Iring-iringan pawai budaya bergerak dari kawasan Alun-alun Sumedang menuju Pusat Pemerintahan Kabupaten (PPS). Sepanjang jalur kirab, warga berjejer rapi menciptakan suasana meriah sekaligus penuh khidmat dalam menyambut rombongan pembawa mahkota legendaris tersebut.

Kehadiran Dedi Mulyadi dan Pimpinan Daerah di Sumedang

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir didampingi Wakil Gubernur Erwan Setiawan untuk menyaksikan langsung prosesi budaya ini. Kedatangan pimpinan tertinggi di Jawa Barat tersebut disambut antusiasme luar biasa oleh warga yang telah menunggu sejak pagi hari.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memimpin langsung barisan kepanitiaan bersama Wakil Bupati M. Fajar Aldila. Kehadiran para tokoh ini menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap eksistensi budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Sumedang terlihat sangat harmonis sepanjang acara. Kehadiran para pejabat publik ini menambah semarak suasana sekaligus menjadi simbol kedekatan pemimpin dengan akar budaya masyarakatnya.

Rute Kirab Mahkota Binokasih Menuju Pusat Pemerintahan

Mahkota Binokasih, yang merupakan simbol supremasi sejarah Pajajaran, dibawa dengan pengawalan ketat dalam barisan pawai yang megah. Rute perjalanan dari Alun-alun menuju Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang dipenuhi dengan berbagai atraksi seni Sunda yang memukau.

Masyarakat tampak sangat bahagia bisa menyaksikan kemegahan kirab dari jarak dekat. Bagi banyak warga, momen ini bukan sekadar tontonan, melainkan kesempatan untuk mempererat tali persaudaraan sesama orang Sunda.

Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah. Sepanjang rute, sorak-sorai warga mengiringi langkah para peserta kirab yang mengenakan pakaian adat lengkap.

Upaya Menjaga Warisan Luhur Budaya Sunda

Kirab Mahkota Binokasih diharapkan mampu menjaga nilai-nilai warisan luhur agar tetap dikenal oleh generasi mendatang. Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan agenda ini sebagai sarana edukasi sejarah yang dibalut dengan pariwisata budaya.

Melalui penyelenggaraan yang konsisten, kekayaan sejarah Sumedang Larang diharapkan terus lestari. Tradisi ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai filosofi masa lalu masih sangat relevan untuk dijunjung tinggi pada masa kini.

Rangkaian acara ditutup dengan penuh kegembiraan di pusat pemerintahan. Sinergi lintas instansi dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci suksesnya perhelatan budaya yang memperkuat posisi Sumedang sebagai pusat kebudayaan Sunda di Jawa Barat.

Bagikan
Sumber: 86news.co

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks