JAWA BARAT — Denny S. Adji, Sekretaris Perusahaan IFG, menekankan bahwa pemahaman masyarakat adalah fondasi utama industri keuangan. Menurutnya, masyarakat yang melek finansial akan lebih tangguh dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa mendatang. Oleh karena itu, IFG tidak hanya mengedukasi secara teoritis, tetapi juga memberikan pendampingan praktis agar indeks inklusi keuangan nasional terus meningkat.
Selama tiga hari pameran, IFG menggandeng seluruh anggota holding untuk memberikan informasi lengkap dan tepercaya. Masyarakat bisa berkonsultasi langsung mengenai produk perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, mulai dari asuransi kredit hingga perlindungan jiwa.
Kehadiran IFG di Jogja Finfest 2026 melibatkan Askrindo, Jamkrindo, Jasindo, Mandiri Inhealth, Jasa Raharja, Jasa Raharja Putera, dan IFG Life. Masing-masing anggota memiliki fokus layanan yang berbeda, mulai dari asuransi kredit untuk UMKM, penjaminan kredit, asuransi kerugian, hingga asuransi kesehatan dan jiwa. Kolaborasi ini menunjukkan kekompakan BUMN dalam mengedukasi publik mengenai pengelolaan risiko dan keuangan.
Para pelaku usaha kecil dan menengah menjadi sasaran utama dalam program pendampingan ini. Mereka diajarkan mengenai pentingnya proteksi risiko melalui instrumen asuransi serta cara memilih investasi yang aman dan legal.
IFG menyelenggarakan beragam aktivitas edukasi yang dirancang secara menarik agar mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Poin-poin utama yang menjadi fokus meliputi pemahaman mendalam tentang pengelolaan keuangan pribadi, mekanisme perlindungan risiko melalui produk asuransi, serta pengenalan peran industri keuangan negara dalam menopang aktivitas ekonomi sehari-hari.
Denny menambahkan, peningkatan inklusi ini akan membawa dampak positif bagi stabilitas bisnis jasa keuangan secara nasional. IFG meyakini bahwa nasabah yang cerdas secara finansial akan menciptakan ekosistem industri yang lebih sehat. Ke depannya, IFG juga mulai mengintegrasikan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) ke dalam setiap lini operasional perusahaan, tidak hanya terfokus pada pertumbuhan laba semata.
Langkah transformasi ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk menjadikan IFG sebagai pilar ketahanan ekonomi nasional. Dengan partisipasi di acara seperti Jogja Finfest, IFG berharap dapat menyentuh lebih banyak lapisan masyarakat secara langsung, sekaligus menjadi sinyal bahwa BUMN asuransi dan penjaminan kini semakin modern dan inklusif.