Pencarian

PSEL Bogor Ubah Sampah Jadi Listrik Tanpa Cemari Lingkungan, Ini Dampaknya bagi Warga Sekitar

Selasa, 26 Mei 2026 • 18:39:25 WIB
PSEL Bogor Ubah Sampah Jadi Listrik Tanpa Cemari Lingkungan, Ini Dampaknya bagi Warga Sekitar
PSEL Bogor mengolah sampah menjadi listrik tanpa menghasilkan polusi udara berbahaya.

BOGOR — Selama bertahun-tahun, warga di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga, Kota Bogor, hidup berdampingan dengan tumpukan sampah dan bau menyengat. Kini, suasana itu perlahan berubah. Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang beroperasi di kawasan tersebut mengklaim mampu mengolah sampah tanpa asap hitam atau bau yang mencemari lingkungan.

Sampah Harian Warga Jadi Sumber Listrik

PSEL di Bogor bekerja dengan mengubah sampah kota menjadi energi listrik melalui proses termal bersuhu tinggi. Tidak ada pembakaran terbuka seperti di TPA konvensional. Teknologi yang digunakan memastikan emisi gas buang tetap di bawah ambang batas aman.

Setiap hari, fasilitas ini mampu menyerap ratusan ton sampah dari seluruh wilayah Kota Bogor. Sampah yang tadinya hanya menumpuk dan menimbulkan masalah, kini menjadi bahan baku pembangkit listrik yang terhubung ke jaringan PLN.

Warga Sekitar: Udara Lebih Segar, Lingkungan Lebih Bersih

Dampak paling nyata dirasakan oleh warga yang rumahnya berada dalam radius kurang dari satu kilometer dari lokasi PSEL. Mereka mengaku bahwa bau sampah yang dulu hampir tidak tertahankan kini berkurang drastis. “Dulu kalau angin ke arah rumah, pasti tutup hidung. Sekarang sudah jauh berbeda,” ujar seorang warga setempat.

Selain soal bau, warga juga melaporkan bahwa lalat dan tikus yang biasa berkeliaran di sekitar TPA mulai jarang terlihat. Lingkungan menjadi lebih layak huni. Beberapa warga bahkan mulai berani membuka jendela rumah mereka di siang hari, sesuatu yang jarang mereka lakukan sebelumnya.

Bagaimana Teknologi Ini Menekan Polusi?

Kunci dari PSEL adalah sistem pengolahan gas buang yang disebut flue gas treatment. Gas sisa pembakaran disaring melalui beberapa tahap sebelum dilepaskan ke udara. Partikel debu, dioksin, dan logam berat ditangkap oleh filter khusus. Hasilnya, udara yang keluar dari cerobong PSEL tidak berwarna dan tidak berbau.

Pihak pengelola juga rutin memasang alat pemantau kualitas udara di beberapa titik permukiman warga. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa kadar polutan di sekitar PSEL masih berada dalam batas normal. Ini menjadi bukti bahwa teknologi pengolahan sampah modern tidak harus mengorbankan kesehatan masyarakat.

Listrik untuk Warga: Bonus dari Sampah Kota

Selain manfaat lingkungan, PSEL juga menghasilkan listrik yang langsung dialirkan ke jaringan PLN. Kapasitas listrik yang dihasilkan cukup untuk memenuhi kebutuhan ribuan rumah tangga. Meskipun listrik ini tidak langsung disalurkan secara gratis ke warga sekitar, keberadaan PSEL membantu menjaga pasokan listrik Kota Bogor tetap stabil.

Ke depan, pemerintah kota berencana memperluas kerja sama dengan pihak swasta untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah. Targetnya, tidak ada lagi sampah yang berakhir di TPA tanpa diolah. Semua akan diproses menjadi energi yang berguna.

Belum Sempurna, Tapi Jauh Lebih Baik

Meski menuai banyak apresiasi, PSEL Bogor tetap menghadapi tantangan. Salah satunya adalah biaya operasional yang masih tinggi. Namun, warga dan pemerintah sepakat bahwa dampak positifnya terhadap lingkungan dan kualitas hidup jauh lebih besar dibandingkan kekurangannya.

Proyek ini menjadi contoh bahwa pengelolaan sampah bisa dilakukan secara modern dan ramah lingkungan. Kota Bogor perlahan membuktikan bahwa sampah bukan lagi sekadar masalah, melainkan sumber daya yang bisa diubah menjadi energi.

Bagikan
Sumber: radarbogor.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks