JAWA BARAT — Peresmian galeri dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., bersama jajaran manajemen PAMA. Kehadiran fasilitas ini menjadi bukti nyata transisi perusahaan dari sektor ekstraktif ke pengembangan usaha produktif non-tambang.
131 UMKM Binaan, dari Kopi hingga Jasa Pangkas Rambut
Manajemen PAMA menyadari bahwa bisnis tambang tidak abadi. Oleh karena itu, perusahaan membentuk Koperasi Rasan Kite Mandiri sebagai Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) yang bertugas membina para pelaku UMKM.
“Kami ingin membangun ekosistem usaha yang kuat dan berkelanjutan. Harapannya, masyarakat memiliki peluang usaha yang terus tumbuh, bahkan setelah aktivitas tambang berakhir,” ujar perwakilan manajemen PAMA.
Hingga saat ini, tercatat 131 UMKM telah mendapatkan pembinaan intensif di wilayah Lawang Kidul, Muara Enim, hingga Tanjung Agung. Sektor yang digarap beragam, mulai dari pertanian, peternakan, jasa pangkas rambut, hingga kedai kopi.
Pendampingan Lintas Generasi, Gen Z Jadi Target
Dalam menjalankan program ini, PAMA menggandeng PT Tri Putra Iga Konsultama sebagai mitra pendamping. Direktur perusahaan tersebut, Mohammad Iqbal, menjelaskan bahwa LPB tidak hanya fokus pada pemasaran produk.
“Kami juga memberikan pelatihan keterampilan, manajemen usaha, hingga akses pembiayaan. Program ini melibatkan lintas generasi, termasuk Gen Z, untuk menciptakan wirausaha baru yang adaptif dan berdaya saing,” kata Iqbal.
Pendekatan ini dinilai penting karena generasi muda lebih akrab dengan teknologi digital dan pemasaran online, yang menjadi kunci keberlanjutan usaha di era modern.
Melalui Galeri UMKM Rasan Kite Mandiri, PAMA berharap dampak positif program ini terus meluas. Galeri ini tidak hanya menjadi etalase produk, tetapi juga simbol bahwa ekonomi daerah bisa mandiri, inklusif, dan berkelanjutan tanpa harus bergantung pada sumber daya alam yang suatu hari akan habis.