Menko Airlangga Dorong Da Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi 8%, KUR Rp300 Triliun Jadi Andalan

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 12:17:01 WIB
Menko Airlangga memaparkan peran daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.

JAWA BARAT — “Kita memiliki target besar menuju pertumbuhan ekonomi 8%. Untuk mencapai target tersebut, daerah harus terus didorong karena pertumbuhan nasional pada dasarnya merupakan agregasi dari pertumbuhan daerah,” kata Airlangga dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah.

Inflasi Terjaga, Rupiah Stabil Jadi Modal Awal

Pemerintah mencatat inflasi nasional saat ini berada di level 2,4%, sementara depresiasi rupiah tercatat sekitar 2,6%. Angka ini dinilai jauh lebih baik dibandingkan periode tekanan ekonomi sebelumnya, seperti saat pandemi atau krisis 2015 lalu.

Stabilitas harga dan nilai tukar ini menjadi modal bagi pemerintah untuk menggenjot sektor riil di daerah. Airlangga menekankan bahwa ketidakpastian global yang masih berlangsung justru harus dijawab dengan penguatan ekonomi lokal yang lebih agresif.

KUR Rp300 Triliun: Dorongan Langsung ke UMKM Daerah

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu instrumen utama yang diandalkan. Pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp300 triliun untuk program ini, yang dinilai mampu meningkatkan kapasitas UMKM hingga 34% serta berkontribusi terhadap kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 18–27%.

Hingga April 2026, realisasi penyaluran KUR tercatat mencapai sekitar Rp111 triliun. Angka ini mencakup berbagai skema pembiayaan yang disalurkan melalui perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

“UMKM adalah penopang utama perekonomian daerah. Dengan KUR, kami dorong kapasitas produksi dan perluasan pasar mereka,” ujar Airlangga.

Ekonomi Digital: Target US$400 Miliar pada 2030

Pemerintah juga mengandalkan sektor digital sebagai mesin pertumbuhan baru. Saat ini, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai US$150 miliar. Angka ini berpotensi melonjak menjadi US$400 miliar pada tahun 2030.

Airlangga menambahkan, jika integrasi ekonomi digital ASEAN berjalan optimal, potensi pasar kawasan bisa mencapai US$2 triliun. Indonesia diproyeksikan menyerap sekitar US$600 miliar dari total tersebut.

Talenta Semikonduktor: 15 Ribu Tenaga Ahli Ditargetkan

Di sektor industri strategis, pemerintah tengah menggenjot pengembangan SDM semikonduktor. Targetnya, 15 ribu talenta akan dilatih dalam tiga tahun ke depan. Pada tahap awal, seribu peserta telah mengikuti pelatihan, dengan jumlah pendaftar mencapai sekitar 4.500 orang.

Selain pelatihan, pemerintah juga akan mendorong daerah-daerah yang memiliki potensi silika untuk mengembangkan hilirisasi berbasis bahan baku tersebut. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat ekosistem industri semikonduktor nasional dari hulu ke hilir.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: theiconomics.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top