BANDUNG — Kekecewaan warga terhadap Bank bjb Syariah kian memuncak setelah sistem perbankan bank milik pemerintah daerah itu tak kunjung pulih hingga Selasa (19/5/2026) sore. Sejumlah mesin ATM di kawasan Jalan AH Nasution, Kota Bandung, terlihat dipadati nasabah yang mencoba bertransaksi, namun gagal karena layanan masih error.
Salah seorang nasabah yang enggan disebutkan namanya mengaku kesal lantaran tak bisa menarik uang tunai untuk kebutuhan mendesak. "Gimana sih, bjbs ini kan milik pemerintah, seharusnya bisa lebih baik dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada nasabahnya. Ini malah merugikan masyarakat luas karena eror sampai berhari-hari," ujarnya dengan nada kecewa, Selasa (19/5/2026).
Gangguan ini tidak hanya berdampak pada civitas akademika di lingkungan UIN Bandung, tetapi juga melumpuhkan transaksi pelaku usaha kecil, pekerja, hingga masyarakat umum. Nasabah lain menambahkan bahwa sebagai bank BUMD, bjbs seharusnya memiliki kesiapan menghadapi gangguan sistem agar pelayanan tetap optimal.
Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen Bank bjb Syariah belum mengeluarkan keterangan resmi terkait penyebab gangguan maupun estimasi normalisasi layanan. Situasi ini memicu keresahan di tengah masyarakat karena ketidakjelasan informasi.
"Harus cepat tanggap dong, buktikan kalau bank BUMD bisa diandalkan. Kalau eror berhari-hari tanpa kepastian begini, yang rugi kan semua nasabah," gerutu nasabah tersebut sebelum meninggalkan area ATM.
Sejumlah nasabah berharap manajemen segera memberikan penjelasan resmi agar tidak menimbulkan kepanikan dan ketidakpercayaan publik terhadap layanan perbankan daerah. Gangguan sistem ini dilaporkan telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir dan belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan total.