BANDUNG — Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Jawa Barat resmi digelar di Luxury Trans Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Senin (24/8/2026) malam. Agenda puncak ini dipastikan berjalan lancar dengan hanya satu nama bakal calon ketua yang memenuhi syarat, yaitu Anton Sukartono Suratto.
Kepastian itu didapat setelah penutupan pendaftaran pada 16 Agustus lalu. Hingga batas akhir, tidak ada kandidat lain yang menyerahkan berkas, sehingga Anton, yang juga anggota DPR RI, akan dikukuhkan secara aklamasi.
Verifikasi Faktual dan Target Aklamasi
Anton optimistis proses verifikasi faktual pada hari ini akan berjalan sesuai harapan. Ia meyakini dukungan dari seluruh pengurus cabang telah terkonsolidasi untuk dirinya.
“Mudah-mudahan tidak ada surprising invoice. Sesuai dengan kesepakatan kemarin waktu saya mendaftar, dan kebetulan pendaftaran dibuka dari tanggal 10 sampai tanggal 16, hanya saya yang mendaftar,” ungkap Anton kepada wartawan di sela-sela acara Lomba Rakyat di SPOrT Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (23/8/2026).
“Artinya mudah-mudahan pada hari ini pendaftaran untuk verifikasi faktual, bahwa benar orangnya hadir akan diberikan surat dukungannya kepada siapa. Kita doakan saja semoga tetap kepada saya dan insya Allah besok dinyatakan saya aklamasi,” sambungnya.
Program Prioritas: Serap Aspirasi Milenial dan Gen Z
Di luar agenda organisasi, Anton menegaskan arah kepemimpinannya lima tahun ke depan tetap berpusat pada kebutuhan masyarakat. Partainya, kata dia, harus hadir menjawab persoalan riil seperti lapangan pekerjaan dan isu sosial.
Ia mencontohkan program berbasis aspirasi kelompok muda yang sudah berjalan, seperti AHY Run untuk kalangan milenial. Ke depan, partainya akan merancang kegiatan serupa yang lebih dekat dengan budaya Gen Z, termasuk turnamen game populer seperti Mobile Legends.
“Apa sih yang mereka sangat butuhkan? Lapangan pekerjaan, bidang sosial? Intinya kita akan bergerak ke arah yang masyarakat inginkan. Kita coba serap, misalnya generasi milenial, mereka menginginkan olahraga, kita bikin acara AHY Run setiap tahun. Gen Z, dia pengin acara kayak Mobile Legend atau acara apa untuk anak-anak. Kita akan adakan seperti itu,” papar Anton.
Strategi Pemilu 2029: Jaring Caleg Unggul di Setiap Dapil
Untuk menyongsong Pemilu 2029, Anton menargetkan tidak ada lagi dapil kosong. Saat ini Demokrat Jabar memegang 6 kursi DPR RI dari total 11 dapil, dan angka itu harus ditingkatkan menjadi 11 kursi.
Strateginya tidak main-main. Partai akan berburu kader dengan elektabilitas tinggi, bukan sekadar bermodal popularitas wajah, melainkan kapasitas finansial dan jejaring sosial yang kuat di masyarakat.
“Sekarang ada 6 kursi DPR RI. Kita (Jabar) ada 11 dapil, insya Allah semuanya akan terisi (pada Pemilu 2029). Caranya bagaimana? Kita cari caleg yang benar-benar unggul. Caleg yang berkompetensi, tidak hanya dari segi looking atau wajah, tapi secara finansial maupun secara sosial dia terkenal di masyarakat,” tegas anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI tersebut.
Efek AHY dan Peluang Demokrat di Jabar
Anton menilai setiap dapil di Jabar memiliki potensi besar. Momentum elektoral ini juga diyakini bakal menguat seiring popularitas Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang elektabilitasnya terus naik di tingkat nasional.
Ia mengakui, masa sulit partai sempat terjadi saat konflik internal dan isu kudeta Moeldoko beberapa tahun lalu. Namun kini, kondisi berbeda. Survei internal menyebut Demokrat Jabar menempati posisi ketiga, dan tren ini dianggap sebagai daya tarik tersendiri bagi calon legislatif potensial.
“Kalau dulu mungkin caleg-caleg agak susah karena Demokrat waktu itu sedang ada beberapa masalah, seperti (kasus) Moeldoko segala macam. Tapi sekarang insya Allah bagus dan survei di Jawa Barat Demokrat nomor urut ketiga. Jadi sekarang menjadi atraktif juga. Insya Allah kalau AHY maju jadi calon Presiden atau Wakil Presiden, akan menambah orang juga untuk bergabung dengan Partai Demokrat,” pungkas Anton.