GARUT — Perumda Air Minum Tirta Intan Kabupaten Garut kembali menjalankan agenda sosial tahunannya dengan membagikan paket sembako kepada warga di lingkungan sekitar kantor. Sebanyak 70 paket berisi beras 5 kilogram, mi instan, dan uang tunai Rp150 ribu disalurkan kepada penerima yang datanya dihimpun bersama pengurus RW setempat.
Direktur Utama Perumda Tirta Intan Garut, Dadan Hidayattulloh, menegaskan bahwa keberadaan perusahaan tidak boleh terpisah dari masyarakat di sekitarnya. Menurut dia, warga merupakan bagian penting yang menciptakan lingkungan kondusif bagi operasional perusahaan daerah tersebut.
Penerima Bantuan Tidak Hanya Warga Lanjut Usia
Kriteria penerima bantuan sengaja diperluas. Selain lansia, perusahaan juga menyasar anak yatim dan piatu serta warga dengan kondisi sosial ekonomi yang membutuhkan. Pendataan dilakukan melalui koordinasi dengan pengurus lingkungan agar sasaran bantuan tepat.
“Kami tidak mungkin memisahkan diri dari masyarakat sekitar, karena mereka merupakan bagian integral dari lingkungan yang kondusif bagi Perumda Tirta Intan Kabupaten Garut,” ujar Dadan.
Paket untuk Warga yang Meninggal Tetap Disalurkan ke Keluarga
Pada hari pembagian bantuan, seorang warga yang masuk daftar penerima meninggal dunia. Perusahaan memutuskan paket tersebut tidak dibatalkan, melainkan tetap diserahkan kepada keluarga yang ditinggalkan. Keputusan ini diambil sebagai bentuk kepedulian di tengah musibah yang dialami warga.
“Ini bagian dari kepedulian kami kepada warga sekitar,” kata Dadan.
Perusahaan Tanggung BPJS untuk 100 Warga
Bantuan sosial dari Perumda Tirta Intan tidak berhenti pada paket sembako. Perusahaan daerah ini juga menanggung kepesertaan BPJS bagi sekitar 100 warga di lingkungan sekitar kantor. Program tersebut dirancang untuk membangun hubungan jangka panjang antara perusahaan dan masyarakat.
Dadan menambahkan, komunikasi yang terbuka dengan warga penting untuk menjaga lingkungan kerja tetap kondusif sekaligus menerima kritik dan masukan. “Harapannya, hubungan emosional dengan warga sekitar terus terbangun. Kami juga ingin bisa bekerja dengan nyaman, sekaligus terbuka menerima masukan dari masyarakat,” ujarnya.
Evaluasi Data Penerima Bantuan Terus Dilakukan
Sekretaris RW 13, Suwandi, mengapresiasi langkah perusahaan yang dinilai cukup membantu warganya. “Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini warga kami sangat terbantu. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berlanjut ke depannya,” ujar Suwandi.
Ia mengingatkan bahwa kondisi ekonomi warga bisa berubah sewaktu-waktu. Karena itu, daftar penerima bantuan perlu dievaluasi secara berkala agar tetap menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan. “Tentu data penerima bisa berubah karena kondisi ekonomi masyarakat juga tidak selalu sama,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Perumda Tirta Intan berupaya memastikan keberadaannya tidak hanya berkaitan dengan layanan air minum, tetapi juga memberi manfaat sosial bagi warga yang hidup berdampingan dengan perusahaan.